banyak desain baju yang masih tersimpan rapi dan belum saya upload, ok. Tunggu saja gambar-gambar selanjutnya yang akan saya upload ya....bye. Assalamualaikum.
Friday, 19 August 2016
Contoh Desain Baju
banyak desain baju yang masih tersimpan rapi dan belum saya upload, ok. Tunggu saja gambar-gambar selanjutnya yang akan saya upload ya....bye. Assalamualaikum.
Thursday, 30 June 2016
Artikel DOA
KEUTAMAAN
BERDOA
Doa
secara harfiah berarti memohon, dikenal juga dengan istilah dakwah. Sehingga doa bisa
juga berarti mengajak atau mengundang agar datang. Doa dapat diartikan pula sebagai permohonan secara langsung kepada
Allah SWT, agar diberi kemudahan, kesehatan, keberkahan, dan jalan keluar dari
segala kesulitan.
Sementara
doa yang berarti mengundang, hadir atau mengajak dilakukan dengan cara
menghadirkan arti-arti dari sifat Allah SWT yang berjumlah 99 dalam asmaul
husna yang diterapkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Allah SWT
berfirman:
“Hanya milik Allah asmaul husna, maka
bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah
orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti
mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan” (Q.S.
Al-Araf :180)
Sebagai
seorang makhluk ciptaan-Nya, kita sangat tergantung kepada-Nya dalam segala hal
dan urusan, baik urusan di dunia maupun di akhirat kelak. Kita sebagai seorang
manusia memiliki banyak permohonan, rencana, cita-cita dan harapan. Guna
tercapainya harapan dan cita-cita, selain berusaha dan tawakal kita sebagai
seorang insan yang lemah juga tak lupa agar selalu berdoa kepada Allah SWT.
Karena kita hanyalah seorang hamba, dan segala keputusan berada mutlaq di
tangan-Nya, jadi berdoa adalah kunci utama.
Dalam
berdoa hendaknya kita meletakkan doa di atas segalanya, bukan berarti kita
menghabiskan hidup hanya dengan berdoa tanpa usaha. Maksud dari pernyataan
tersebut ialah bahwa kita hendaknya meletakkan doa adalah yang utama atau dalam
posisi yang pertama, baru kemudian usaha, ikhtiar, dan tawakal. Berdoa
diposisikan sebelum kita berusaha, karena dalam kita menjalankan kehidupan
sehari-hari diawali dengan doa. Bukankah sebelum kita makan hendaknya kita
berdoa terlebih dahulu, baru kita bisa merasakan nikmatnya makanan yang
disajikan. Bukankah ketika kita akan keluar rumah, kita juga hendaknya berdoa
terlebih dahulu sebelum menjalankan kegiatan dan aktivitas di luar rumah.
Dalam berdoa
dan memohon kepada Allah SWT hendaknya kita harus memiliki keyakinan penuh
bahwa Allah akan mengabulkan permohonan kita. Kita harus percaya bahwa Allah
tidak akan mengingkari janjiNya. Dan ketika Allah belum mengabulkan doa-doa
kita saat ini, yakinlah bahwa Allah akan mengabulkan permohonan kita suatu saat
nanti, di saat dan waktu yang tepat. Dan ketika tidak terkabul jua,
berhusnuzonlah kepada Allah SWT bahwa Allah telah menyiapkan ganti yang lebih
baik. Jadi, jangan mengukur kadar manusia dengan kadar Tuhan, karena Allah SWT
Yang Maha Mengetahui segalanya dan hal yang menurut kita baik bagi kita belum
tentu adalah baik untuk kita, dan pilihan Allah adalah pilihan yang terbaik
bagi hamba-hambaNya. Allah SWT berfirman dalam surat (Al-Baqarah: 186)
“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya tentang Aku
kepadamu, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan
permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka
itu memenuhi segala (perintahKu) dan hendaklah mereka beriman kepadaKu agar aku
agar mereka selalu dalam kebenaran”.
KEUTAMAAN
BERDOA
Doa
secara harfiah berarti memohon, dikenal juga dengan istilah dakwah. Sehingga doa bisa
juga berarti mengajak atau mengundang agar datang. Doa dapat diartikan pula sebagai permohonan secara langsung kepada
Allah SWT, agar diberi kemudahan, kesehatan, keberkahan, dan jalan keluar dari
segala kesulitan.
Sementara
doa yang berarti mengundang, hadir atau mengajak dilakukan dengan cara
menghadirkan arti-arti dari sifat Allah SWT yang berjumlah 99 dalam asmaul
husna yang diterapkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari. Allah SWT
berfirman:
“Hanya milik Allah asmaul husna, maka
bermohonlah kepadaNya dengan menyebut asmaul husna itu dan tinggalkanlah
orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-namaNya. Nanti
mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan” (Q.S.
Al-Araf :180)
Sebagai
seorang makhluk ciptaan-Nya, kita sangat tergantung kepada-Nya dalam segala hal
dan urusan, baik urusan di dunia maupun di akhirat kelak. Kita sebagai seorang
manusia memiliki banyak permohonan, rencana, cita-cita dan harapan. Guna
tercapainya harapan dan cita-cita, selain berusaha dan tawakal kita sebagai
seorang insan yang lemah juga tak lupa agar selalu berdoa kepada Allah SWT.
Karena kita hanyalah seorang hamba, dan segala keputusan berada mutlaq di
tangan-Nya, jadi berdoa adalah kunci utama.
Dalam
berdoa hendaknya kita meletakkan doa di atas segalanya, bukan berarti kita
menghabiskan hidup hanya dengan berdoa tanpa usaha. Maksud dari pernyataan
tersebut ialah bahwa kita hendaknya meletakkan doa adalah yang utama atau dalam
posisi yang pertama, baru kemudian usaha, ikhtiar, dan tawakal. Berdoa
diposisikan sebelum kita berusaha, karena dalam kita menjalankan kehidupan
sehari-hari diawali dengan doa. Bukankah sebelum kita makan hendaknya kita
berdoa terlebih dahulu, baru kita bisa merasakan nikmatnya makanan yang
disajikan. Bukankah ketika kita akan keluar rumah, kita juga hendaknya berdoa
terlebih dahulu sebelum menjalankan kegiatan dan aktivitas di luar rumah.
Dalam berdoa
dan memohon kepada Allah SWT hendaknya kita harus memiliki keyakinan penuh
bahwa Allah akan mengabulkan permohonan kita. Kita harus percaya bahwa Allah
tidak akan mengingkari janjiNya. Dan ketika Allah belum mengabulkan doa-doa
kita saat ini, yakinlah bahwa Allah akan mengabulkan permohonan kita suatu saat
nanti, di saat dan waktu yang tepat. Dan ketika tidak terkabul jua,
berhusnuzonlah kepada Allah SWT bahwa Allah telah menyiapkan ganti yang lebih
baik. Jadi, jangan mengukur kadar manusia dengan kadar Tuhan, karena Allah SWT
Yang Maha Mengetahui segalanya dan hal yang menurut kita baik bagi kita belum
tentu adalah baik untuk kita, dan pilihan Allah adalah pilihan yang terbaik
bagi hamba-hambaNya. Allah SWT berfirman dalam surat (Al-Baqarah: 186)
“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya tentang Aku
kepadamu, maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan
permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepadaKu, maka hendaklah mereka
itu memenuhi segala (perintahKu) dan hendaklah mereka beriman kepadaKu agar aku
agar mereka selalu dalam kebenaran”.
Wednesday, 29 June 2016
SISWAKU SAYANG, SISWAKU MALANG
Bagaimana akan nasib anak-anak bangsa di era sekarang ini, untuk menuju bangsa yang taat hukum, jujur, berdedikasi tinggi, cinta negeri sendiri dan memiliki akhlakul kharimah. Dibutuhkan kerjasama semua pihak, baik orangtua di rumah, guru sebagai orangtua kedua di sekolah, maupun instansi pemerintah. Dibutuhkan ketegasan dan kerjasama antara masing-masing pihak, misalnya saja sikap tegas guru dalam lingkungan sekolah juga dibutuhkan dukungan semua pihak, terutama bagi orangtua. Harus ada kesinambungan antara satu pihak dengan pihak yang lain guna mendukung proses belajar-mengajar yang kondusif.
Banyak cara yang dilakukan seorang guru dalam proses belajar-mengajar di sekolah, tidak hanya dibutuhkan kasih sayang dan kelembutan adakalanya seorang guru harus bersikap tegas. Tegas artinya kemampuan untuk melaksanakan dan menyampaikan hal yang tepat dan di saat waktu yang tepat. Seorang guru pada saat kondisi tertentu dibutuhkan sikap tegas kepada siswa, tindakan tegas ini jika dilakukan pada hal yang tepat dan waktu yang tepat akan menimbulkan dampak baik bagi siswa itu sendiri. Bukan diartikan seorang guru telah hilang kesabaran dalam menghadapi kenakalan siswa, akan tetapi sikap tegas ini dimaksudkan untuk kebaikan siswa itu sendiri. Dalam agama juga disampaikan cara-cara mendidik seorang anak, misalnya saja ketika anak sudah berusia 10 tahun akan tetapi tidak dapat dinasehati dalam bab ibadah maka orangtua boleh memukulnya, akan tetapi sebelum itu orangtua harus memberikan pengertian dan teguran terlebih dahulu. Seorang guru yang baik hal pertama yang dilakukan ialah memberi arahan dan menegur dengan penuh kelembutan dan kasih sayang terhadap anak didiknya, kemudian jika seorang siswa masih sulit untuk dinasehati seorang guru diharuskan bersikap tegas. Jadi, ketegasan seorang guru kepada seorang siswa bukan karena seorang guru membenci atau menaruh perasaan tak suka terhadap seorang anak didiknya, akan tetapi adalah bentuk kasih sayang dan cinta seorang guru guna membimbing ke arah yang lebih baik.
Ketika seorang guru sudah melaksanakan tugasnya sebagai seorang guru, tugas orangtua adalah mendukung apa yang dilakukan oleh seorang guru di sekolah. Ketegasan orangtua di sekolah tanpa diimbangi oleh dukungan orangtua di rumah, justru akan menimbulkan ketimpangan. Di mana ketika seorang guru bersikap tegas terhadap seorang siswa akan tetapi orangtua justru tidak terima dengan tindakan tegas seorang guru, bagaimana akan tercipta anak yang disiplin, jujur, nasionalis, cerdas, dan berakhlakul karimah. Orangtua harus memiliki rasa percaya kepada seorang guru, bahwa seorang pendidik tidak akan menyakiti siswanya, karena seorang pendidik hanya menginginkan yang terbaik untuk anak didikya. Orangtua jangan terlalu berpikir picik dan manja, di mana menjadikan HAM sebagai senjatanya, dakwaan penganiayaan sebagai landasannya. Jadi ketegasan seorang guru di sekolah akan berjalan dengan lancar jika tidak dibarengi dengan dukungan orangtua di rumah.
Seorang guru dalam mendidik seorang siswa memiliki batasan-batasan, sebagaimana orangtua mendidik seorang anak di rumah. Maksudnya, ketegasan seorang guru dalam bersikap juga memiliki batasan-batasan. Orangtua boleh menyalahkan seorang guru ketika anaknya menjadi korban ketegasan seorang guru, karena seorang guru tega membunuh muridnya karena tidak mengerjakan sebuah PR dan membuat gagar otak muridnya karena datang terlambat. Jika seorang guru atau pendidik melakukan hal tersebut, mungkin sudah sewajarnya sebagai orangtua dan manusia harus bertindak tegas pula, dengan mengadukan hal tersebut ke pihak yang berwenang dengan pengaduan pelanggaran HAM. Tetapi jika masih dalam batas-batas wajar, justru hal yang aneh dan tabu jika orangtua hingga menuntut hingga ke meja hijau. Jadi, jika guru sudah bersikap tegas dengan ketegasan yang masuk akal, justru akan tabu jika orangtua justru menjerumuskan seorang guru dengan tuduhan melanggar HAM. Siswaku sayang dan siswaku malang adalah perumpamaan yang tepat menggamarkan hal di atas.
Banyak cara yang dilakukan seorang guru dalam proses belajar-mengajar di sekolah, tidak hanya dibutuhkan kasih sayang dan kelembutan adakalanya seorang guru harus bersikap tegas. Tegas artinya kemampuan untuk melaksanakan dan menyampaikan hal yang tepat dan di saat waktu yang tepat. Seorang guru pada saat kondisi tertentu dibutuhkan sikap tegas kepada siswa, tindakan tegas ini jika dilakukan pada hal yang tepat dan waktu yang tepat akan menimbulkan dampak baik bagi siswa itu sendiri. Bukan diartikan seorang guru telah hilang kesabaran dalam menghadapi kenakalan siswa, akan tetapi sikap tegas ini dimaksudkan untuk kebaikan siswa itu sendiri. Dalam agama juga disampaikan cara-cara mendidik seorang anak, misalnya saja ketika anak sudah berusia 10 tahun akan tetapi tidak dapat dinasehati dalam bab ibadah maka orangtua boleh memukulnya, akan tetapi sebelum itu orangtua harus memberikan pengertian dan teguran terlebih dahulu. Seorang guru yang baik hal pertama yang dilakukan ialah memberi arahan dan menegur dengan penuh kelembutan dan kasih sayang terhadap anak didiknya, kemudian jika seorang siswa masih sulit untuk dinasehati seorang guru diharuskan bersikap tegas. Jadi, ketegasan seorang guru kepada seorang siswa bukan karena seorang guru membenci atau menaruh perasaan tak suka terhadap seorang anak didiknya, akan tetapi adalah bentuk kasih sayang dan cinta seorang guru guna membimbing ke arah yang lebih baik.
Ketika seorang guru sudah melaksanakan tugasnya sebagai seorang guru, tugas orangtua adalah mendukung apa yang dilakukan oleh seorang guru di sekolah. Ketegasan orangtua di sekolah tanpa diimbangi oleh dukungan orangtua di rumah, justru akan menimbulkan ketimpangan. Di mana ketika seorang guru bersikap tegas terhadap seorang siswa akan tetapi orangtua justru tidak terima dengan tindakan tegas seorang guru, bagaimana akan tercipta anak yang disiplin, jujur, nasionalis, cerdas, dan berakhlakul karimah. Orangtua harus memiliki rasa percaya kepada seorang guru, bahwa seorang pendidik tidak akan menyakiti siswanya, karena seorang pendidik hanya menginginkan yang terbaik untuk anak didikya. Orangtua jangan terlalu berpikir picik dan manja, di mana menjadikan HAM sebagai senjatanya, dakwaan penganiayaan sebagai landasannya. Jadi ketegasan seorang guru di sekolah akan berjalan dengan lancar jika tidak dibarengi dengan dukungan orangtua di rumah.
Seorang guru dalam mendidik seorang siswa memiliki batasan-batasan, sebagaimana orangtua mendidik seorang anak di rumah. Maksudnya, ketegasan seorang guru dalam bersikap juga memiliki batasan-batasan. Orangtua boleh menyalahkan seorang guru ketika anaknya menjadi korban ketegasan seorang guru, karena seorang guru tega membunuh muridnya karena tidak mengerjakan sebuah PR dan membuat gagar otak muridnya karena datang terlambat. Jika seorang guru atau pendidik melakukan hal tersebut, mungkin sudah sewajarnya sebagai orangtua dan manusia harus bertindak tegas pula, dengan mengadukan hal tersebut ke pihak yang berwenang dengan pengaduan pelanggaran HAM. Tetapi jika masih dalam batas-batas wajar, justru hal yang aneh dan tabu jika orangtua hingga menuntut hingga ke meja hijau. Jadi, jika guru sudah bersikap tegas dengan ketegasan yang masuk akal, justru akan tabu jika orangtua justru menjerumuskan seorang guru dengan tuduhan melanggar HAM. Siswaku sayang dan siswaku malang adalah perumpamaan yang tepat menggamarkan hal di atas.
Tuesday, 28 June 2016
PUISI ( KASIH TAK SAMPAI)
Kasih tak sampai
Bunga
berguguran di atas tangkai-tangkai ikal
Kuncup
mekar oleh teriknya harapan
Indah kabut
selimuti bayang
Kau raja,
dan aku pengembara cinta
Kuhitung
belain angin
Penghibur
peliknya rasa
Mencoba
membelai melambai-lambai
Hilangkan harap-harap
kepedihan
Kau raja,
dan aku pengemis cinta
Biarlah
raja tetap dalam tahtanya
Pengemis
biarlah gembel meronta
Kasihku tak
sampai jua,
Subscribe to:
Posts (Atom)