Wednesday, 24 February 2016
Tuhan menciptakan kepayahan kepada kita, agar kita dapat mengetahui kuasa-Nya. Dengan kesusahan dan kepayahan itulah yang akan mendekatkan kepada Allah. Memang benar dan memang benar. Bahwa tuhan menciptakan kepayahan agar kita tak lupa berdoa dan memohon pertolongan kepada-Nya. Dan tuhan Yang Maha Mendengar atas segala sesuatu. Tuhan telah menciptakan kesusahan dan Dia pulalah yang mengadakan berbagai kemudahan. Tuhan selalu ada jalan. Tuhan punya banyak jalan. Yang terkadang tanpa kita ketahui di mana jalan itu berada. Tugas kita adalah berdoa agar kita dengan mudah mendapatkan jalan atas segala kesusahan yang kita alami saat ini.
Wednesday, 18 November 2015
DOA UNTUK AYAH IBU
Cinta kasih kedua orangtua adalah segalanya. Ketika terkadang kita tak mampu lagi untuk bangkit, melihat senyum di wajahnya saja sudah cukup ada rasa semangat dalam jiwa. Ketika tugas bertumpuk, dan sering dibuat gila akan segala beban-beban yang ada, melihat urat-urat di wajah mereka adalah suatu yang meringankan segala beban.Tak akan pernah ada beban yang cukup berarti, ketika melihat semangat mereka dalam pencarian keberkahan.
Kerja keras dan peluh mereka, adalah bukan apa-apa. Mereka tak butuh belas kasihan dari kita. Mereka juga tak butuh pujian dari mereka atas kerja kerasnya. Karena memang tanggungjawab ada pada mereka. Tapi dengan kita juga semangat sepertinya, kita menjadi anak yang sekiranya tidak menjengkelkan hatinya. Setidaknya kita menjadi anak yang tidak membuat kemarahan hatinya.
Tanpa mereka..entah aku bisa apa. Tuhan jaga mereka, sayangi mereka. Karena aku tak bisa menjaga mereka. Tuhan..aku titipkan mereka padaMU. Permudahkanlah segala urusannya Tuhan...Berikanlah kesehatan untuk mereka Tuhan. Jika sakit, maka cepat kau angkat penyakitnya Tuhan. Aku tak sanggup jika harus melihat salah satu dari mereka merintih kesakitan.
Monday, 12 October 2015
INGAT, jalan Tuhan
...Ketika semuanya terlihat tiada jalan lagi...ternyata di situlah terdapat banyak jalan-jalan yang perlu kita cari. Hanya terlihat tidak ada, bukanya memang tiada jalan. Keegoisan yang membutakan pikiran. Yang membuat buntu seolah-olah semuanya memang tiada jalan.
Berpikirlah secara tenang..kalau masih tak bisa berpikir dengan hati yang setenang mungkin, cobalah keluarkan segala emosi. Bisa luapkan dengan tangisan..karena dengan menangis sama halnya kita telah melepaskan beban-beban yang membebani diri kita. Luapkan saja...menangislah. Walau dengan menanggis tidak dapat menyelesaikan masalah, tapi dengan menangis membuat hati kita terasa lebih plong. Kemudian, berpikirlah positif dengan Tuhan. Bahwa Tuhan punya begitu banyak jalan. Kalau memang Tuhan tidak punya jalan bagimu jangan kau panggil Dia Tuhan. Kalau memang kau pikir Tuhan tidak dapat menyelesaikan permasalahanmu jangan kau menyembahnya, karena Dia bukan
lah Tuhan. Tuhan Maha Mendengar segala sesuatu. Dan barang siapa meminta pada Tuhan pasti akan di kabulkanNya. Itu janji Tuhan. Asal kita dekat dengan Tuhan.
..Permasalahannya adalah seberapa dengan Tuhan kita saat ini? Tuhan sudah banyak memberi sedangkan kita terlalu bayak mennuntut denga Tuhan. Semoga kta menjadi pribadi yang tabah, kuat, sabar. Dan menjadikan Tuhan lah satu-satunya tempat untuk berkeluh kesah dan bercerita. Karena hanya Dia lah Yang Maha Memberi Pertolongan.
Thursday, 8 October 2015
TERSESAT DI JALAN KEBENARAN
... Terkadang aku ingin pasrah dengan keadaan, tetapi terkadang aku juga berpikir ulang bahwa aku tak pantas untuk pasrah begitu saja. Aku yakin dengan pilihan yang aku pilih, Aku yakin ini pilihanku atas keridhoan Tuhan. Aku percaya ada hikmah di balik semua ini. Aku di sini bukanlah sebuah kebetulan semata, tapi Tuhan telah merencanakan yang terbaik bagiku. Aku adalah anak lulusan SMK N. Aku mengambil jurusan Tata Niaga atau Pemasaran. Dan sekarang Aku bersekolah di IAIN Salatiga. Awal Aku memasuki perkuliahan, Aku sempat ingin pasrah dan menyesal. Aku bahkan berpikir bahwa Aku telah salah memilih sekolah. Tetapi semakin lama Aku berpikir. Memang benar Aku telah tersesat, bagaimana tidak. Dulu Aku sama sekali tidak pernah belajar bahasa Arab, atau sekedar menghapal suratan-suratan pendek. Dan sekarang aku harus berhadapan dengan Bahasa Arab dan Di wajibkan untuk menghapalkan surat-surat pendek, jika ingin lulus. Aku sebenarnya merasa agak keberatan, dan bahkan sangat keberatan. Aku di sini memulai semuanya dari 0 besar. Benar-benar Aku harus memulainya dari awal.
...Tuhan, Engkau telah membawaku di jalan yang benar-benar menyesatkanku. Aku benar-benar tersesat di jalan yang BENAR.
...Mungkin inilah yang dinamakan pembelajaran. Aku benar-benar belajar di sini. Aku berusaha semampu dan sebisaku. Masalah hasil kembali lagi Aku serahkan kepada yang di atas sana. Aku bersyukur aku telah tersesat di sini, telah tersesat di jalan ini.
Thursday, 3 September 2015
Jangan membuatnya terluka lebih dalam
...Orang tua adalah segalanya. Jangan pernah membuatnya terluka lebih dalam. Cukup aku membuatnya menangis karena Aku. Dan itu karena khilafku. Ayah...Ibu...maafkan aku, yang terkadang salah paham akan sikapmu. Terkadang aku merasa bahwa aku bukan anakmu. Dan itu salah.
Engkau inginkan yang terbaik bagiku. Hanya setiap orang tua punya jalan yang berbeda-beda. Banyak cara untuk mendidik anaknya, tapi itu adalah kembali lagi untuk kebaikan kita. Kemaran mereka adalah kesalahan kita. Kejengkelan mereka pula atas tingkah kita. Ada sebuah alasan yang pasti ketika orang tua menegur kita.
Bersyukurlah...bagi kita yang masih ada Bapak dan Ibu. Yang sering marah dan jengkel terhadap kita. Betapa banyak di luar sana yang sudah tidak bisa melihat orang tuanya, bahkan banyak pula yang belum mengetahui harus dengan siapa ku memanggil Ibu dan memanggil Ayah.
Kasih sayangnya dapat kita lihat dari kemarahannya atas kesalahan kita. Betapa pedulinya mereka terhadap kita. Sampai-sampai mereka tidak rela jikalau kita berbuat salah. Kita adalah kebanggan mereka. Sejelek-jeleknya kita, sebodoh-bodohnya kita, kita adalah kebanggan orang tua kita. Maka, jangan pernah membuat hatinya terluka lebih dalam.
Sltga, 03092015
Wednesday, 2 September 2015
hikmah kesulitan
..Banyak hikmah di balik kesulitan. Banyak kenikmatan di dalam kesulitan. Jadi kesulitan bukanlah sebuah kesialan, namun adalah sebuah nikmat dari Tuhan agar kita selalu bermesra-mesraan dengan Tuhan. Dengan kesulitan, maka kita akan merasa bahwa Tuhan benar-benar kita butuhkan. Sehingga merasa begitu akrab denganNya dan begitu dekat denganNya. Kesulitan juga sebuah teguran..bahwa kita benar-benar butuh Tuhan, dalam segala kondisi dan suasana batin. Kita butuh Tuhan..bukan hanya sekedar keputusasaan. Tapi kita perlu Tuhan...dalam segala aspek kehidupan.
Kesulitan, kesusahan, kesedihan, dan kepedihan hidup adalah sebuah realita kehidupan. Tapi jangan lah kita terpaku pada kesedihan batin.
Sltiga, 085743122311
Tuhan Maha Kaya
..tak perlu bersedih memikirkan apa yang akan kita dapat esok hari. Kerena Allah telah menjamin rezki hamba-hambanya.
#hati.suci
Tidak mungkin bila Alloh menciptakan hambanya lalu di biarkan begitu saja. Tinggal bagaimana usaha kita, dan kedekatan kita dengan Tuhan.
Alloh Maha Mendengar..Maha Melihat dan Maha Mengetahui segala sesuatu yang terjadi pada hamba-hambanya. Siapa yang bersungguh-sungguh dalam usahanya, makan hasilny akan sebanding dengan usaha yang di keluarkan.
Jangan bersedih...gara-gara masalah perekonomian. Tuhan telah mengatur segalanya. Ada beribu-ribu jalan dari Tuhan, jika kita jeli mengamatinya.
Tuhan Maha Kaya...mintalah semuanya hanya kepada Yang Maha Kaya. Dia adalah sumber segala sumber kekayaan. Jadi, dekatkanlah diri kepada Tuhan. Karena dengan kedekatan itulah kita akan mendapatkan cinta dan kasih sayang dariNya...sehingga Tuhan tak tega melihat kekasihNya di dera kesulitan. La Tahzan...
Sltga,02082015
Friday, 1 May 2015
.Ketidakadilan
....Jangan hanya menyalahkan yang di atas saja. Ketidakadilan di Indonesia memanglah sudah merata. Hanya saja ada yang begitu terlihat jelas karena masuk media dan masih banyak yang belum terliput oleh media. Ketidakadilan di negeri ini rupanya memang sudah menjadi wabah terstruktur. Maksudnya dari tingkat yang rendah hingga ke tingkat yang paling tinggi. Andaikan tumbuhan ketidakadilan itu sudah mengakar dan bukan hanya di akar tapi menyebar pada daun, batang, hingga bunganya pun sekalipun. Generasi-generasi penerus bangsa pun tumbuh sebagai para calon ketidakadilan. Karena sikap mental yang tumbuh adalah sikap mental ketidakadilan. Generasi penerus bangsa yang di harapkan mampu membuat Indonesia lebih baik pun hanya angan belaka. Mungkin hanya Tuhan yang mampu mengubah segalanya. Tuhan lembutkanlah hati mereka Tuhan. Agar mereka para pemimpin dapat berpikir secara bijaksana dan berbuat lebih adil. Hanya KuasaMu yang mampu mengubahnya.
Sunday, 26 April 2015
BAHAGIA ITU SEDERHANA
...Bahagia itu sederhana. Bahagia itu simple saja. Tersenyumlah maka kamu akan bahagia. Jangan buat kebahagiaanmu begitu mahal. Karena dengan itu anda akan menjadi orang yang jarang berbahagia. Buatlah hal-hal sederhana itu membahagiakanmu. Maka anda akan selalu berbahagia.
Jangan hanya buat yang mewah saja yang membahagiakan hatimu. Buatlah hal-hal sederhana mampu membawa tawa dan riangnya hatimu. Syukuri segala nikmat Tuhan. Mulai dari yang sederhana. Jika kita adalah orang yang pandai bersyukur insyaalloh kita akan menjadi orang yang mudah untuk mendapatkan kebahagiaan. Orang yang sulit berbahagia ialah karena ketidak syukuran mereka akan nikmat Tuhan sehingga bahagia mereka begitu mahal.
Jika ukuran bahagia adalah rumah bertingkat, jika ukuran bahagia anda adalah mobil mewah, jika ukuran bahagia anda adalah berlimpahnya materi. Maka anda adalah orang yang terlalu tinggi menetapkan kebahagiaan dan mungkin anda adalah orang yang sulit berbahagia. Bahagia itu mudah. Jangan membuatnya begitu sulit dan mahal. Pastikan hal-hal kecil itu mampu membuat anda tersenyum.
Bersyukurlah terhadap Tuhan atas apa yang kita miliki saat ini. Apapun yang kita miliki saat ini syukuri dan syukuri. Jadi kaya bukan ukuran bahagiamu, jadi harta bukan tujuan bahagiamu. Dan anda menjadi orang yang selalu berbahagia. Bukan hanya di saat ada. Bukan hanya di saat kaya saja. Anda adalah orang yang berbahagia sebelum anda menjadi kaya. Jadi kesuksesan anda bukanlah satu-satunya sumber kebahagiaan anda. Mulai sekarang permudah bahagia kita. Sederhanakan bahagia kita. Insyaallah kita akan menjadi orang yang selalu bahagia apapun keadaan kita saat ini.
KESALAHAN ITU WAJAR
...Kesalahan adalah hal biasa. Kesalahan adalah hal yang wajar dilakukan oleh kita sebagai manusia. Karena manusia memanglah tempatnya salah dan lupa. Tak ada manusia tanpa dosa, siapapun Ia. Begitu juga tak ada manusia yang selalu benar siapa pun Ia. Bersikaplah wajar dengan kesalahan yang di perbuat. Entah diperbuat oleh diri kita sendiri atau orang lain. Jangan pula menertawakan dan bangga akan kesalahan. Entah kesalahan diri kita sendiri atau kesalahan orang lain. Kesalahan adalah untuk diperbaiki..bukan untuk hinaan, atau bahan membanding-bandingkan.
Kesalahan memanglah wajar. Jika dilakukan tak berulang karena kesalahan itu terjadi karena ketidaktahuan. Tapi akan menjadi sangat tidak wajar ketika kesalahan itu terus dilakukan secara berulang dengan kesengajaan. Jangan terlalu memaafkan kesalahan diri pribadi kita sendiri. Terlalu sering kita memaafkan setiap kesalahan yang kita lakukan dan secara berulang memaafkan maka kesalahan akan terjadi berulang dan berulang sehingga kita tak pernah menemukan ujung kebenaran.
Bukan manusia jika tanpa salah dalam hidupnya, tapi bukan juga manusia jika tak dapat membedakan mana salah dan mana benar. Di mana baik dan dimana keburukan.
Jangan pernah menghina kesalahan orang lain, jangan pernah mengungkit-ungkit kesalahan orang lain. Dan jangan pernah mengumpat seseorang yang berbuat kesalahan... Seperti kita adalah manusia tanpa dosa. Kesalahan adalah untuk perbaikan. Seseorang yang melakukan kesalahan berarti Ia mempunyai kesempatan memperbaiki kehidupannya ke tahap yang lebih baik. Seseorang yang pernah melakukan kesalahan adalah orang yang berpeluang untuk menuju sebuah kebenaran. Jadi kesalahan adalah cerminan. Dengan kesalahan akan tercipta sebuah kebenaran dengan mengetahui sebab dimana letak kesalahan.
Semoga kita dapat menjadi manusia yang celat tangap akan kesalahan sehingga kita dengan cepat pula segera memperbaiki setiap kesalahan dan menjadi pribadi yang lebih tahu akan kebenaran. Amin.
Jika sudah tak mampu lagi
...Tuhan,
. Semoga kita senantiasa menjadi manusia yang selalu memperbaiki diri. Agar kami menjadi insan yang lebih baik setiap waktunya. Setidaknya kami tidak menambah kemaksiatan yang ada. Setidaknya kami tidak memperparah kemaksiatan yang terlanjur kami perbuat. Setidaknya kami tidak menambahkan buliran-buliran dosa besar dalam setiap nafas kami. Setidaknya kami dapat berbuat kebaikan di samping dosa-dosa yang terlanjur kami perbuat. Setidaknya kami masih melakukan kebaikan di samping bejatnya kami. Kami masih sempat menolong dan membantu di sela-sela kesibukan mengumpulkan dosa. Semoga kami masih mempunyai belas kasihan di samping kerasnya hati kami. Semoga kami masih bisa menebarkan berkah kebaikan di sela-sela kesombongan kami. Semoga kami dapat berguna di samping kami yang banyak merusak segala kebaikan. Semoga masih ada setitik pahala di dalam lautan lumpur dosa. Semoga masih ada setitik cahaya dalam gelapnya dosa-dosa.
Jika kami tak mampu sedikit tersenyum setidaknya kami tidak sinis terhadap siapapun. Jika kami memang sudah tak bisa berkata dengan baik setidaknya jangan menambah dosa dengan pembicaraan yang menyakitkan hati.
Jika kami tak mampu lagi membuat orang bahagia setidaknya kami jangan pernah melukai hatinya. Jika kami sudah tak mampu lagi membuat orang lain tertawa di atas penderitaanya jangan sampai kami adalah orang yang menambah beban di pundaknya. Jika kami memang tak mampu lagi mengharhai orang lain setidaknya kami jangan sampai merendahkan harga diri orang lain.
Tuhan...
Betapa buruknya kami, betapa busuknya hati kami, betapa jeleknya jiwa-jiwa kami, Izinkan buruknya kami busuknya kami dan betapa jeleknya kami hanyalah milik kami tanpa ada satu mahkluk pun yang ikut rugi dan menanggung kekurangan kami.
Semoga keburukan kami tak menjadi penghalang kebaikan kami. Semoga kerasnya hati kami tak meleburkan kelembutan hati kami. Semoga dosa kami tak menjadikan penghalang bagi pahala kebaikan kami. Syukron...
Friday, 17 April 2015
Tau ah
... Terkadang orang yang besar omongnya, orang yang besar cakapnya. Terkadang tak sesuai dengan omongnya yang besar. Ada yang justru menutupi kekurangan itu dengan cakapnya yang besar. Ngomong besar ada 2. Ada yang benar2 besar tpi ada yang justru sok besar. Entah apa alasan yang terakhir ini. Yea sok besar.
Mungkin ada beberapa alasan untuk mereka. Hhe
Monday, 13 April 2015
Jadi apa jadinya Indonesia
...Jadi Apa Indonesia
Ketika jejujuran tak lagi ada
Ketika kebohongan adalah biasa
Ketika kebenaran dipandang sebelah mata, dan
Ketika kebenaran dianggap luar biasa
Asusila dan etika tak lagi sama
Tercipta negeri dengan bobroknya asusila dan etika.
Bukan tercipta pemimpin yang memimpin...Lama-lama kok jadi pemimpin yang terpimpin.
Oleh siapa??
Harta, pangkat, dan derajat
Rakyat adalah yang utama
Bukan anggap rakyat adalah beban semata.
Rakyat jadilah rakyat
Ikut membangun bumi tercinta
Jangan sebagai benalu tanpa usaha
Jika pemimpin baik, rakyat berhati baik....Kita bisa ciptakan yang terbaik.
Pemimpin bermuka dua, ganas memangsa
Rakyatnya serigala buas mencekam
Apa jadinya??
Jadi apa Indonesia??
Jadi apa jadinya??
Menanti keajaiban...apa salahnya
...Seperti orang bodoh yang menunggu akan keajaiban. Tapi Tuhan...aku pasrahkan semua ini kepadaMu. Aku hanya bisa pasrah akan semua yang akan terjadi nanti. Aku hanya orang bodoh yang menunggu akan ada keajaiban nanti. Tuhan beri aku setitik saja keajaibanMu. Sedikit saja keajaiban padaku. Tapi Engkau Maha Tahu atas segalanya. Engkau memberi bagi siapa saja yang ingin Kau beri dan tidak sama sekali bagi Ia yang tidak Engkau kehendaki.
Kita seorang insan hanya bisa merencanakan dan ketetapan takdir hanya di tanganNya. Tuhan Engkau tahu usahaku Engkau tahu apa yang ada dalam hatiku.
Berharap akan keajaiban Tuhan. Bukanlah hal bodoh yang sia-sia. Ketika sudah tak tahu akan berbuat apa. Sebenarnya simple saja....pasrahkan semua pada Tuhan. Karena hanya kepadaNyalah kerumitan akan berakhir dengan kemudahan.
Menanti sebuah keajaiban apa salahnya?? ;)
Tuhan hilangkan khawatirku
... Aku yakin tak ada yang tak mungkin bagi Tuhan. Aku dengan segala ketakutan yang menyelimuti hatiku. Ketakutan ini cukup dengan beribu alasan. Ya Allah...damaikanlah hatiku. Yakinkan lah bahwa hidayahMu akan datang padaku. Tuhan....tenangkanlah jiwaku..beri aku pengertian yang baik. Hilangkanlah segala rasa khawatirku Tuhan. Bahwa ada Engkau yang temani Aku di saat aku kesusahan. Tuhan.....hanya kepadaMu lah sebaik-baiknya tempat ku bergantung. Ku gantungkan segalanya atas namaMu Tuhan. Damaikanlah hatiku tenangkan jiwaku Tuhan. Tak pernah ada ketidak mungkinan jika bersandar padaMu. Aku dengan segala harapku.
Aku dengan keyakinanku bahwa semua hal selalu ada campur tangan Tuhan di dalamnya. Aku berdoa Ya Tuhan. Berikanlah aku ridhoMu sehingga apa yang aku lakukan atas keridhoanMu..dan selalu mengandung berkah di dalamnya.
Sunday, 12 April 2015
Berharap akan ada keajaiban
...Tuhan maafkanlah Aku Tuhan. Terkadang Aku menyalahkanMu. Padahal semua yang terjadi adalah salah dariku. Tuhan mungkin ini memanglah takdirku harus seperti ini. Maaf kanlah Aku Ibu...Maafkanlah Aku Bapak bila nanti aku mengecewakanmu. Maafkanlah Aku Ibu Guruku tercinta jika nilaiku tak sesuai harapanMu. Aku sudah berusaha sebisaku. Aku pun berdoa dengan air mata. Tapi kita tak pernah tahu apa rencanaNya. Maafkanlah aku untuk semuanya. Haruskah 3 tahun yang lalu akan terulang lagi. Aku tak bisa melihat senyum di bibir orangtuaku. Hanya kecewa yang mereka simpan dalam hati.
Thursday, 9 April 2015
Nilai UN bukan hal yang terpenting.
..Sebenarnya saya tidak terlalu suka dengan berlomba-lomba mendapatkan nilai UN tertinggi. (Mungkin karena saya tak terlalu pandai xxi)
Saya setuju jika kita harus melakukan yang terbaik. Saya sependapat dengan Anda jika kita harus berusaha semaksimal mungkin. Tapi saya sangat menyayangkan jika harus menghalalkan segala cara. Memang benar banyak jalan menuju roma. Tapi jangan lupa kejujuran adalah hal yang utama. Indonesia sudah banyak orang pintar. Sana-sini banyak orang pandai. Entah pandai dalam hal apa. Tapi Indonesia krisis akan orang jujur. Jujurr...suatu hal sederhana, simpel, tapi cukup menjebak iman.
Buat apa nilai UN bagus...tapi bukan karena kejujuran. Ada yang lebih penting dari nilai yaitu sebuah proses. Bagaimana kita bisa mendapatkan nilai itu? Menurut saya nilai adalah bonus. Tapi bukan nilai akhir dari sebuah perjuangan. Kalau hanya nilai dijadikan hasil akhir sangat percuma. Sikap dan mental yang paling utama. Di manakah Indonesia akan dibawa?
Tinggal bagaimana generasi muda Indonesia.
Friday, 13 March 2015
Tuhan, mana mungkin menelantarkan.
......Tuhan telah merencankan semuanya secara SEMPURNA. Ya, benar-benar sempurna. Tak ada satu kejadian pun yang luput dari rencanaNya. Gugurnya daun-daun..terjatuhnya bunya itu juga dalam kendali kuasaNya. Mana mungkin Tuhan ciptakan manusia yang berakal pikiran ini tanpa ada tujuan dan hanya di sia-siakan begitu saja. Tuhan mana mungkin menelantarkan kita??
Tak mungkin Tuhan akan biarkan kita begitu saja.
Tinggal bagaimana usaha diri kita untuk meraihnya. Tuhan ridhoilah tindakan kami dalam mencapai manusia yang benar akan berguna. Mudahkanlah jalan kami mencari ridhoMu. Amin
mencobalah...Jangan mati dalam Diam
...Dari mana aku bisa lebih maju kalau aku hanya disibukkan dengan berpikir dan berpikir saja. Darimana aku bisa maju kalau aku hanya menguras otakku dengan berpikir dan berpikir saja. Tak pernah ada perubahan hanya dengan berpikir dan berpikir saja. Sekuat apapun akan terbuang percuma. Kita tak pernah tau jika kita tak pernah mencoba. Kita hanya diam di tempat tanpa ada perubahan. Maka kita akan mati dalam diam. Tanpa ada kemajuan selangkahpun, dan tak pernah tau berapa langkah kita dalam kemunduran.
Memang lebih baik mencoba, kita akan tahu dimana letak kegagalan kita. Seandainya kita gagal dalam mencoba...itu adalah hal yang terbaik menunda kematian dalam diam.
Bagaimana akan ada perubahan jika kita selalu takut mengawalinya. Dan hanya menghabiskan waktu dengan berpikir saja.
Tak mungkin mundur maka tak mungkin jika akan maju. Jika kita berani mencoba dalam kemunduranpun akan selalu ada peluang untuk maju. Tapi jika kita hanya berpikir maka kita menjadi orang yang tak pernah maju dan mengetahui dimana letak kemunduran.
Mencobalah....sekalipun kita mati kita akan mati dalam usaha. Bukan mati dalam DIAM.
Subscribe to:
Posts (Atom)