Wednesday, 24 August 2016

Dilema "Tembakau"



Assalamualaikum sob, bagaimana kabar hari ini? Semoga selalu sehat dan dalam perlindungan-Nya.  Postingkan kali ini saya akan membahas  mengenai apa ya? Emb. . .yap, saya akan membahas mengenai “Dilema Rokok”. Basi??? Oh no no. . .saya akan melanjutkan bahasan yang kemarin.

Jika berbicara mengenai tembakau, maka akan terlintas bayangan rokok di benak kita. Iya, di mana tembakau akan diolah menjadi bungkusan-bungkusan rokok yang memikat. Entah hingga berapa kali saya selalu bertanya kepada para perokok, apa enaknya rokok dan bagaimana rasa rokok??maniskah?asamkah?hehe, dan masih misteri hingga sekarang.
Bungkusan-bungkusan tembakau ini selalu menimbulkan banyak dilema. Loh kok bisa??Selain rasanya yang hingga saat ini belum terpecahkan, rokok ini sebagai primadona yang menyimpan banyak manfaat dan bahaya di dalamnya.  Manfaat, bahaya?kok bisa??? Yang pertama saya akan membahas mengenai bahaya dalam rokok, mungkin kita sampai hafal di luar kepala bahwa rokok ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti kanker, paru-paru, hipotensi, dan gangguan kehamilan. Xixi, itu yang biasa tertulis di bungkus rokok. Hehe. Nikotin dan tar yang terdapat dalam daun tembakau ini dapat menimbulkan ketergantungan bagi siapa yang sampai coba-coba dengannya.ahihi, hayo bro. . .jangan sampai anda terlena dan bermain icip-icip ya sama si “R” satu ini. Dan bahaya si “R” satu ini bukan hanya untuk si perokok saja, kita juga dapat terkena imbas dari si perokok aktif ini atau istilahnya kita disebut sebagai perokok pasif. So, hati-hati saja ya sob. Eh jangan pernah terlintas di benak anda ya para perokok pasif untuk berrputus asa dan ikut-ikutan menjadi perokok aktif juga. Hehe
Selain bahaya di atas, kita juga tidak dapat mengelak bahwa berapa orang saja yang mendapatkan manfaat dari si “R” ini.  Mulai dari petani tembakau yang menanam dan merawat tembakau hingga layak petik, pedagang tembakau yang menyalurkan tembakau hingga ke perusahaan-perusahaan rokok, dan para pekerja pabrik yang mengabdikan dirinya untuk rokok. Ups, maksudnya adalah mereka yang mengantungkan hidupnya dari rokok tersebut. Jangan angap remeh, dibalik bahaya yang mengancam ini ada ratusan ribu manusia yang mendapatkan keberkahan dari si “R” ini. Dan hal inilah yang menimbulkan dilema, mau pilih mana hayo, mau sehat bebas rokok atau tutup saja pabrik-pabrik rokok itu? Dan . . .ternyata oh ternyata, tidak semudah membalikkan telapak tangan kita sendiri. Mungkin ini adalah pekerjaan rumah bagi pemerintah dan kita semua, bagaimana caranya agar rokok tidak lagi menjadi primadona yang menggiurkan akan tetapi tidak membuat kelaparan semua pihak yang terlibat di dalamnya.
Saya salut dengan kerja pemerintah selama ini, yang sudah mati-matian memikirkan bagaima caranya untuk menciptakan Indonesia yang lebih sehat salah satunya adalah dengan mengurangi dampak rokok. Untuk meningkatkan kesadaran bahaya rokok kepada masyarakat luas, pemerintah mewajibkan setiap bungkus rokok agar mencantumkan bahaya apa saja yang berada di dalamnya. Akan tetapi hal tersebut tidak memberikan efek jera dan pengaruh yang banyak bagi para perokok. Kemudian pemerintah mengupayakan kembali bagaimana caranya agar dapat menekan peredaran rokok, yaitu dengan memasang gambar-gambar yang agak serem dan menakutkan dalam bungkus rokok. Alhasil masih sama saja, rokok masih beredar luas dan siapa saja menikmati daun tembakau ini. Dan wacana baru-baru ini pemerintah akan menaikkan harga rokok menjadi 50 ribu rupiah. WOOOWW, harga rokok lebih mahal daripada harga sekilo ayam daging sob. Xixi. Eits,,jangan banyak komentar dulu ya sama pemerintah atau ibu bapak menteri. Asal kalian tahu, mereka itu sudah berpikir mati-matian sob buat wacana seperti itu.okeJ
Kenapa jika pemerintah mulai resah dengan bahaya rokok, dan menganggap bahwa rokok adalah kejahatan yang memanglah kejam mengancam jiwa-jiwa manusia di bumi. Kenapa tidak tutup saja??ooo. . .gak lah, it’s  not impossible. Why? Iya lah akan ditaruh di mana ratusan anak manusia itu sob.hihi, its simple reason..karena pemerintah belum mampu menampung semua pekerja ke dalam lapangan pekerjaan baru. Mereka juga sudah memikirkannya juga, mana tega mereka menutup perusahaan rokok sedangkan mereka belum memiliki solusi terbaik. Akan tetapi jika harga rokok akan benar-benar naik menjadi 50 ribu rupiah, ralat ralat. . .pajak untuk rokok maksudnya akan menjadi harga 50 ribu rupiah. So, Indonesia bebas rokok insyaallah kemungkinannya akan lebih besar begitupula dengan para pekerja dan pihak-pihak yang terkait dengan rokok persenan untuk tersungkur akan jauh lebih besar.
Tidak dapat dielak pula oleh kita semua, berapa banyak dan berapa persen pajak rokok menyumbang untuk negara? Saya rasa bukan angka yang sedikit pajak yang didapatkan dari pajak rokok ini. Dalam tulisan saya ini bukan berarti saya menyuarakan untuk hiduplah rokok dan jayalah rokok ya? Saya setuju jika rokok berbahaya bagi keselamatan manusia, entah bagi perokok aktif maupun perokok pasif. Akan tetapi, saya tidak setuju jika pemerintah berusaha menekan rokok dengan cara-cara yang kurang bijak dan bahkan terkesan sembrono. Saya rasa sudah tepat rasanya wacana pemerintah untuk manaikkan harga rokok, akan tetapi perlu diingat tak semudah membalikkan telapak tangan kita sendiri. Sebaiknya wacana tersebut perlu di pikirkan kembali, apakah dengan langsung menaikkan harga rokok menjadi 50 ribu rupiah adalah tindakan yang paling tepat untuk saat ini dan untuk waktu yang akan datang? Jangan sampai menyelesaikan masalah dengan memunculkan masalah baru, atau menyelesaikan masalah tanpa solusi. Ok. Terimakasih telah membacanya, silahkan menulis pendapat atau tanggapan anda di komentar. Assalamualaikum. Bye.

Monday, 22 August 2016

CINTA DAN COBA-COBA



Assalamualaikum sahabat,
Saya akan membahas mengenai " pacaran”, buat anak muda yangcantik dan ganteng perlu baca tulisan saya di bawah ini. Dan buat para jomblo-jomblo gak usah sungkan ikut baca juga tulisan saya gak bakal bikin bunuh diri kok. XixiJ
PACARAN??
Sebenarnya apa sih pacaran itu?
Dan hubungan seperti apa pacaran itu?
e.e.. iya iya, ini pertanyaan khususon dijawab oleh mereka yang sedang memiliki ikatan tersebut ya. Yang jomblo gak usah kelamaan mikir, xixiJ
Kalau anda menjawab, bahwa pacaran adalah tahap perkenalan sebelum ke jenjang yang lebih serius, saya akan bertanya kembali.
Seberapa lama perkenalan itu?
Dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk saling mengenal?
Ting tong,
Jika yang pacaran ini adalah anak yang memag sudah berorientsi untuk menikah sih, ok ya fine. Jawaban itu bisa diterima, lhah kalo ini. . .yang pacaran adalah anak-anak yang masih ingusan dan di bawah umur gimana ceritanya. Kira-kira apa ya alasan mereka pacaran? Untuk orientasi menikah?? Ohh. . .nunggu sampai lumutan kali ya neng. Tapi buat coba-coba dan icip-icip mungkin lebih tepat ya.
Sebenarnya saya miris bro…iya miris banget rasanya dan dada ini begitu sesak dirasa (mulai lebay deh gue) hehe,  dan memang serius saya miris dengan anak-anak kecil yang masih ingusan kok sudah main pacar-pacaran. What?? Ktp saja belum punya, umur masih berapa, mainnya sudah bermain-main dengan cinta. Duh. .duh. . Lebih baik bermain yang lebih ada manfaatnya  lah.
Kalo gue pikir-pikir ni ya, film adalah figur nomor satu untuk anak-anak ini. Jika film-film dan sinetron yang ditayangkan mengajarkan yang tidak sesuai dan tidak seharusnya diajarkan, anak adalah peniru yang paling mahir. Jika sebuah sinetron mengajarkan anak-anak kecil sudah mengenal cinta-cintaan, pacaran, bahkan hal negatif lainnya. Anak akan melakukan imitasi atau meniru apa yang mereka liat dalam tayangan dalam televisi. Duh kan ngomongnya jadi ngelantur, heheJ
Kembali lagi ke Bab. Pacaran ya, buat adek-adek lebih baik manfaatkan waktumu untuk hal yang berguna, jangan pacaran dulu lah. . .belajar yang giat, cari temen yang banyak, mengukir prestasi, dan memiliki norma selayaknya budaya orang Timur. J Gak perlu galau-galauan, daripada galau isilah waktu dengan hal positif yang bermanfaat. Ok. Assalamualaikum. Bye. J
 

JIKA HARGA ROKOK MELAMBUNG TINGGI



Assalamualaikum bro, sis,  and every body. . .:)
Dalam tulisan kali ini saya akan membahas mengenai “rokok”, iya rokok... Ha?? What the hell?? Tidak apa-apa ya sekali duakali atau tigakali membahas mengenai rokok, heheJ
JIKA HARGA ROKOK 100 RIBU, (???????!!!!???!!!!?!?!!!!?)
Apa jadinya jika harga rokok mencapai angka Rp. 100.000 ? jawabannya pasti akan beranekaragam, tergantung kepada siapa anda bertanya. Jika itu tadi pertanyaan yang sengaja saya buat sendiri harus saya jawab pula, saya akan menjawabnya yaitu jka harga rokok mencapai angka 100 ribu, ya simple aja jawabanya tinggal dibayar aja dengan uang 100ribu, jika harganya 50 ribu tinggal bayar aja to dengan uang 50-an ribu. Heheh, gitu aja repot. Eh..tunggu, tetapi ada yang salah dengan tulisan saya di atas..sebenarnya yang naik itu harga rokok apa harga pajak rokoknya ya?? Kalau missal harga pajak rokok yang dinaikkan gimana kalau yang mau beli rokok  pajaknya coba bayarnya nyicil dulu boleh apa tidak?hehe, hust…ngaco mana boleh yak..xixiJ
Banyak negara yang telah menerapkan harga rokok di atas 50 ribu atau bahkan di  atas 100 ribu, negara mananya anda bisalah coba Tanya mbah google lah,hhe. Tetapi jika harga rokok di Indonesia mencapai harga 50 ribu atau bahkan 100 ribu, bagi saya pribadi sih tidak masalah lah ya, asal dengan keputusan itu tidak merugikan segala pihak. Siapa saja? Sudah lah pasti kita sampai hafal di luar kepala kita bahwa perusahaan-perusahaan rokok di Indonesia ini memiliki berapa ratus ribu karyawan saja, ya memang sudah kita akui lah ya kalau pabrik rokok ini memiliki banyak karyawan yang menggantungkan hidupnya pada si rokok ini. Walaupun kita juga tahu bahwa rokok ini sangat berbahaya bagi kesehatan, tahu lah tahu. . .hingga hapal juga tulisan-tulisan dalam bungkus rokok yang banyak orang menganggapnya hanya omong kosong dan angina lalu.hihiJ Saya setuju kalau rokok tidak baik bagi kesehatan, saya juga setuju saja kalau harga rokok ini menjadi berapapun gitu ya, asal jangan sampai ada ratusan ribu manusia di muka bumi ini yang kelaparan dan menanggung resiko karena sebuah kebijakan yang mengatasnamakan kesehatan.
Oke la hoke sehat itu penting bagi badan kita ya, tapi makan juga perlu bro. . .bagaimana kita bisa sehat jika kita kekurangan makanan?? Bahkan kita tidak tahu kemana harus mencari sesuap nasi, boro-boro untuk makanan sehat bergizi. Jadi masalah harga rokok berapa, perusahaan rokok ditutup atau tidak, itu tak penting. Yang perlu diingat adalah menyelesaikan masalah dengan solusi bukan menyelesaikan masalah dengan menambah masalah. Perlu diketahui, banyak pihak dan orang yang terkait dalam setiap satu bulir rokok dari petani tembakau, pedagang tembakau, sopir-sopir, atau para pekerja yang berada dalam pabrik rokok tersebut. Jika ada yang mengatakan bahwa harga tidak mempengaruhi pendapatan, maka semoga hukum permintaan dan penawaran dalam pelajaran IPS yang saya dapatkan dulu tidak sepenuhnya benar. Dan akan menimbulkan bunyi “jika harga naik, maka permintaan akan naik, dan keuntungan setinggi-tingginya”.  Assalamualaikum wr.wb. Bye J

DIRGARAHAYU INDONESIAKU -71



Assalamualaikum sahabat Indonesia yang kece-kece dan keren, yang sudah baca tulisan ini pastilah keren-keren lagi kece. Dan kali ini saya akan membahas mengenai “Indonesiaku”.  Ini spesial buat Indonesiaku yang ke-71. Di bawah ini saya akan menjelaskan pendapat saya mengenai Indonesiaku menurut saya, dan dengan senang hati silahkan komentar pendapat anda ya.

Bicara mengenai Indonesiaku ini ya, banyak keheranan dalam diri gue sendiri mengenai keberadaan Indonesia ini bro, sis. Begini ya, banyak orang bilang bahwa Indonesia ini terkenal dengan kemiskinannya, hah apa? Indonesia banyak yang miskin?? Siapa yang bilang. . .Bukan banyak tapi banyak banget keles. Haha, bukan seperti itu ya, jujur dari lubuk hati terdalam gue paling gak rela dan gak ikhlas jika Indonesia ini banyak dimiskin-miskinkan, dibodoh-bodohkan, apalagi yang ngomong ini tulen orang Indonesia, walau kenyataannya memang ya. E e e . . .perlu kita ketahui ya, menurut pengamatan gue ni ya selama bertahun-tahun saya tinggal di Indonesia, dan tepatnya di sebuah kampung bray..alhamdulillah orang Indonesia di daerah sini gak miskin-miskin amat bro. Menurut penelitian gue, hampir 99,99999999999999999% penduduk desa ini pasti punya yang namanya sepeda motor. So, itu menunjukkan bahwa negara kita sebenarnya gak pantes bro dapet predikat rakyatnya banyak yang miskin. Entah kenapa dengan negeriku ini bro, banyak yang memojokkannya dan ngenesnya itu adalah orang Indonesia sendiri, (eh jangan-jangan gue termasuk) astagfirullah. J
Guru gue pernah bilang, orang Indonesia ini banyak beli sepeda motor bahkan satu orang satu sepeda motor padahal yang bikin orang Jepang justru mereka memakai sepeda onthel. Sekarang-sekarang ini gua baru sadar bro, ternyata orang Indonesia ini selain mampu beli sepeda motor juga karena mampu membeli bensin. Itulah sebenarnya alasan mengapa sangat potensialnya Indonesia ini sebagai pasar sepeda motor. XixiJ iyalah onthel mana pakai bensin cuy. . .
Masih tentang Indonesiaku bro, gue juga heran mengenai mengapa Indonesia disebut sebagai negara berkembang? Hah, negara berkembang? Bagus ya berarti, Indonesia mendapat  julukan negara  dengan banyak kembang(bunga), hust. . .mulai ngaco rupanya. Bukan seperti itu maksudnya, akan tetapi julukan tersebut adalah julukan bagi negara yang belum maju dan masih dalam tahap berkembang. Disebut sebagai negara berkembang karena belum memenuhi kriteria jika disebut sebagai negara maju, seperti pendapatan per-kapitanya masih rendah. Duh. . .duh, sebenarnya siapa sih yang pertama buat negara berkembang dan negara maju. Hello???Indonesia negara berkembang mulu sampai umur yang ke-71 kapan berbijinya bro??? ah, bagiku gak pentinglah sebutan apa bagi Indonesiaku ini. Mungkin inikah yang dinamakan cinta buta, gua cinta Indonesiaku bro, mau orang bilang apa tentang negriku, gua tetap cinta Indonesiaku. Dan bagi gue, negeri kita ini kaya man, rakyatnya juga kaya bro, walaupun kaya dalam segi apa tapi KITA ini kaya bro. Tinggal bagaimana kita memanfaatkan potensi yang ada dalam negeri kita ini, dan mengasah kreatifitas kita dan berkarya untuk memajukan Indonesia. J DIRGARAHAYU INDONESIAKU -71, KAU TETAP DIDADAKUJ Assalamualaikum wr.wb. Bye :)