Thursday, 9 June 2016
Antara sapaan, ujian, dan kepedulian Tuhan
ANTARA SAPAAN, UJIAN, DAN KEPEDULIAN “TUHAN”
Terkadang Tuhan menegurku secara halus, kerikil-kerikil yang menghalangi jalan terkadang itu bukan sebuah halangan, akan tetapi adalah teguran dari Tuhan agar kita jangan terlena. Tuhan begitu sayang padaku, Tuhan selalu menegurku dengan sapa rindu. Tuhan selalu ingatkanku, bahwa aku ini hanya lemah tak berdaya tanpaNya. Terkadang aku mulai berjalan tak tentu, terombang-ambing tak menentu, tetapi untunglah Tuhan segera menegurku bahwa semua yang aku miliki karenaNya.
Terkadang aku begitu serasa dekat denganNya, tetapi terkadang aku membuangnya begitu saja ketika kesenangan datang menghampiriku. Aku terkadang menangis tersendu entah dalam doa-doa ku atau ketika menangis dalam hatiku, tetapi seketika itu aku melupakanmu ketika doa-doa ku terjawab sudah atas izinMu. Tuhan, maafkanlah aku atas kehilafanku yang begitu merasa dekat denganMu hanya ketika aku membutuhkanMu, dan ketika datang kebahagiaan seketika itu pula aku lupa akan Mu.
Maafku, mungkin juga hanya isapan jempol Tuhan, tak pernah aku benar-benar tulus bertaubat padaMu. Taubatku hanyalah taubat seorang pendosoa Tuhan, detik ini aku benar-benar mohon maaf atas kesalahanku dan berjanji untuk bertaubat padaMu, tetapi sedetik saja aku langsung lupa akan taubatku dan mengulanginya kembali. Dan di lain waktu aku benar-benar merasa bersalah padaMu dan bertaubat lagi padaMu. Tuhan, mungkin aku ini tak sekedar munafik Tuhan. Akan tetapi aku selalu percaya bahwa Engkau adalah Maha Pengampun, aku tak jemu memohon maaf padaMu walau sedetik kemudian aku mengulanginya kembali, tetapi aku akan segera memohon maaf atas kesalahanku. Tuhan maafkanlah dosa-dosaku dari taubatku yang kemudian mengulanginya kembali.
Tuhan selalu punya banyak cara, bahkan tak pernah kekurangan cara guna mengingatkan hambanya yang mulai terlena. Bersyukurlah jika hari ini Tuhan masih menegur sapa kepada kita, entah dengan ujian, cobaan, ataupun penderitaan. Berapa banyak orang yang Tuhan biarkan ia dalam kelenaannya dan entah sampai kapan. Jadi, bersyukurlah kita ketika hari ini Tuhan masih berikan kita kerikil-kerikil yag terkadang menghalangi jalan, karena dengan itu maka kita akan merasa bahwa kita benar-benar dekat dengan Tuhan, karena sifat manusia ketika ditimpa musibah dan bencana maka merasa bahwa benar-benar membutuhkan Tuhan,
Dengan kesulitan maka kita akan lebih dekat dengan Tuhan, kita akan giat berdoa, menangis dalam dekap dan pangkuannya. Bukankah Tuhan telah janjikan kepada kita bahwa setelah kesulitan aka nada kemudahan, karena keselitan sendiri datang bersama kemudahan. Bukankah kita tahu, bahwa hanya Allah lah yang tidak pernah mengingkari janjiNya? Seharusnya kita yakin dan percaya bahwa setelah kesulitan akan datang kemudahan, karena sulit dan mudah adalah satu paket. Mana mungkin ada sulit kalau tidak Tuhan berikan kemudahan, begitupula Tuhan datangkan penyakit beserta dengan obatnya. Dan semua kita kembalikan kepada Allah SWT,
Jadi, jangan mengeluh dengan kesulitan yang datang, jangan suudzon dengan Tuhan ketika banyak kerikil-kerikil di jalan, karena semua itu mungkin adalah cara Allah SWT menyapa dan menegur kita supaya kita selalu dekat denganNya dan selalu dalam pangkuanNya. Amin Yarabbal ‘alamin.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment