ANTARA SAPAAN, UJIAN, DAN KEPEDULIAN “TUHAN”
Terkadang Tuhan menegurku secara halus,
kerikil-kerikil yang menghalangi jalan terkadang itu bukan sebuah halangan,
akan tetapi adalah teguran dari Tuhan agar kita jangan terlena. Tuhan begitu
sayang padaku, Tuhan selalu menegurku dengan sapa rindu. Tuhan selalu
ingatkanku, bahwa aku ini hanya lemah tak berdaya tanpaNya. Terkadang aku mulai
berjalan tak tentu, terombang-ambing tak menentu, tetapi untunglah Tuhan segera
menegurku bahwa semua yang aku miliki karenaNya.
Terkadang aku begitu serasa dekat denganNya, tetapi
terkadang aku membuangnya begitu saja ketika kesenangan datang menghampiriku.
Aku terkadang menangis tersendu entah dalam doa-doa ku atau ketika menangis
dalam hatiku, tetapi seketika itu aku melupakanmu ketika doa-doa ku terjawab
sudah atas izinMu. Tuhan, maafkanlah aku atas kehilafanku yang begitu merasa
dekat denganMu hanya ketika aku membutuhkanMu, dan ketika datang kebahagiaan
seketika itu pula aku lupa akan Mu.
Maafku, mungkin juga hanya isapan jempol Tuhan, tak
pernah aku benar-benar tulus bertaubat padaMu. Taubatku hanyalah taubat seorang
pendosoa Tuhan, detik ini aku benar-benar mohon maaf atas kesalahanku dan
berjanji untuk bertaubat padaMu, tetapi sedetik saja aku langsung lupa akan taubatku
dan mengulanginya kembali. Dan di lain waktu aku benar-benar merasa bersalah
padaMu dan bertaubat lagi padaMu. Tuhan, mungkin aku ini tak sekedar munafik
Tuhan. Akan tetapi aku selalu percaya bahwa Engkau adalah Maha Pengampun, aku
tak jemu memohon maaf padaMu walau sedetik kemudian aku mengulanginya kembali,
tetapi aku akan segera memohon maaf atas kesalahanku. Tuhan maafkanlah
dosa-dosaku dari taubatku yang kemudian mengulanginya kembali.
Tuhan selalu punya banyak cara, bahkan tak pernah
kekurangan cara guna mengingatkan hambanya yang mulai terlena. Bersyukurlah
jika hari ini Tuhan masih menegur sapa kepada kita, entah dengan ujian, cobaan,
ataupun penderitaan. Berapa banyak orang yang Tuhan biarkan ia dalam
kelenaannya dan entah sampai kapan. Jadi, bersyukurlah kita ketika hari ini
Tuhan masih berikan kita kerikil-kerikil yag terkadang menghalangi jalan,
karena dengan itu maka kita akan merasa bahwa kita benar-benar dekat dengan
Tuhan, karena sifat manusia ketika ditimpa musibah dan bencana maka merasa
bahwa benar-benar membutuhkan Tuhan,
Dengan kesulitan maka kita akan lebih dekat dengan
Tuhan, kita akan giat berdoa, menangis dalam dekap dan pangkuannya. Bukankah
Tuhan telah janjikan kepada kita bahwa setelah kesulitan aka nada kemudahan,
karena keselitan sendiri datang bersama kemudahan. Bukankah kita tahu, bahwa
hanya Allah lah yang tidak pernah mengingkari janjiNya? Seharusnya kita yakin
dan percaya bahwa setelah kesulitan akan datang kemudahan, karena sulit dan
mudah adalah satu paket. Mana mungkin ada sulit kalau tidak Tuhan berikan
kemudahan, begitupula Tuhan datangkan penyakit beserta dengan obatnya. Dan
semua kita kembalikan kepada Allah SWT,
Jadi, jangan mengeluh dengan kesulitan yang datang,
jangan suudzon dengan Tuhan ketika banyak kerikil-kerikil di jalan, karena
semua itu mungkin adalah cara Allah SWT menyapa dan menegur kita supaya kita
selalu dekat denganNya dan selalu dalam pangkuanNya. Amin Yarabbal ‘alamin.
No comments:
Post a Comment