Thursday, 9 June 2016

Arti Sebuah Nilai

ARTI SEBUAH NILAI 2 Juni, 2016 21:25 Saya menulis artikel ini karena hati saya mendorong untuk menulisnya, hati saya terpanggil untuk segera menulisnya. Baru saja saya menonton berita di sebuah televisi, beberapa menit yang lalu. Dalam berita tersebut ada satu berita yang terus memanggil hati saya untuk segera menulis. Mungkin karena ada faktor kesamaan nasib di sana. Iya, karena sama-sama sebagai seorang mahasiswa, yang membedakan ialah saya mahasiswa di IAIN Salatiga, dan Ia adalah mahasiswa di Universitas Indonesia(UI). Yang membuat saya miris ialah, seorang mahasiswa bunuh diri hanya karena faktor nilai yang menurun. Terdengar tidak masuk akal dan tak logis, hal tersebut menjadi logis ketika benar-benar ada yang melakukannya. Bagi seorang mahasiswa nilai mungkin memanglah penting, apalagi ketika dituntut harus dengan IPK yang bagus dan tinggi. Sebuah nilai memang sangatlah penting, karena dengan nila dapat menggambarkan keseriusan dan kesungguhan kita dalam belajar. Tetapi ada yang perlu kita ingat, nilai bukanlah segala-galanya. Tidak salah ketika kita sebagai mahasiswa menginginkan nilai tinggi, bahkan itu adalah sebuah hal yang wajar. Yang menjadi keliru adalah ketika kita menganggap nilai adalah segalanya dan men-Tuhan kan sebuah nilai. Nilai bagi saya termasuk penting, karena dengan nilai tersebut dapat menggambarkan kesungguhan dan keseriusan saya dalam belajar. Apalagi ketika menjawab banyak pertanyaan, berapa IPK mu? Akan tetapi nilai bukan segalanya bagi saya. Nilai juga bukan tujuan saya dalam belajar. Menurut saya, ada banyak hal yang jauh lebih penting dari sekedar nilai yang bagus. Ketika banyak mahasiswa berlomba-lomba mendapatkan IPK yang tinggi, itu adalah hal yang baik, jika dilakukan dengan cara-cara yang sehat. Yang menjadikannya buruk, adalah ketika banyak mahasiswa berlomba-lomba mendapatkan nilai yang tinggi, akan tetapi dengan menghalalkan segala cara agar nilainya tetap baik dan tidak malu ketika ditanya seorang teman berapa IPK mu? Jujur, saya juga manusia biasa yang menginginkan eksistensi dan pastinya dengan nilai yang bagus. Tetapi saya tidak membenarkan bahwa menganggap nilai adalah segalanya dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai yang bagus. Saya lebih bangga dengan mahasiswa yang nilainya standar atau pas-pasan, akan tetapi didapatkan dengan cara-cara yang memang benar, artinya hanya menghalalkan cara yang halal. Merubah sedikit pola pikir, mungkin sangatlah perlu bagi kita. Kita harus sadar bahwa dengan kita hanya men-Tuhankan nilai adalah sebuah hal yang tidak benar. Men-Tuhan nilai? Iya mendewakan nilai, maksud saya ialah menganggap pentingnya nilai adalah segalanya, menjadikan nilai adalah sebagai sebuah tujuan yang memang harus dipenuhi, dan ketika mendapatkan nilai rendah kita akan down, dan bisa berakhir tragis. Ketika kita mendapatkan nilai buruk, seakan-akan dada kita begitu sesak, dan kita tidak lagi dapat berpikir secara jernih, dan menimbulkan kita melakukan hal-hal di luar nalar. Contoh peristiwa di atas, mungkin hanya sedikit gambaran saja bagi kita. Jangan sampai nilai membutakan mata hati kita dan menjadikan kita bertindak konyol, apalagi bagi seorang mahasiswa. Nilai, keberhasilan belajar seseorang biasanya kita ukur dengan sebuah nilai. Tetapi, kalau sekarang ini nilai sebagai ukuran kemampuan intelek seseorang, saya rasa tidak terlalu tepat. Misalnya saya sendiri, saya pernah mendapatkan nilai yang bagus bahkan nilai tersebut adalah nilai yang sempurna. Akan tetapi, jika ditanya bab materi tersebut, jujur saya tidak tahu apa-apa. Jadi anda salah jika beranggapan saya menguasai materi tersebut hanya karena nilai saya sempurna. Tetapi bukan berarti saya tidak bersungguh-sungguh dalam mata kuliah tersebut. Terkadang, saya merasa tidak pantas mendapatkan nilai tersebut, tetapi di sisi lain saya juga senang, bukan karena men-Tuhan kan sebuah nilai, akan tetapi bagi saya nilai adalah sebuah bonus kejujuran saya. Walau kejujuran saya dalam mengerjakan soal-soal terkadang harus berakhir tragis, hehe, karena saya tidak menjawab pertanyaan yang sekiranya saya tidak bisa menjawab. Dan saya paling anti dengan bertanya kepada orang lain ketika ujian berlangsung apalagi harus susah-susah denan secara diam-diam mengakses internet atau wifi gratis. Mungkin saya adalah mahasiswa dengan tipe nekat, daripada bertanya kepada teman lebih baik saya mengumpulkan kertas kosong ketika saya benar-benar tidak bisa menjawabnya, dan segera pulang. Dan itu pernah saya lakukan. Tetapi, saya lebih bangga dengan nilai kekujuran saya, walau terkadang nilai saya tak seberapa. Tetapi yang saya lakukan adalah tidak begitu benar, lebih tepatnya ialah berbuatlah jujur akan tetapi dengan nilai yang memuaskan. Ada hal yang perlu kita pahami, ketika dalam belajar tujuan kita hanyalah nilai yang bagus maka yang akan kita dapatkan ya hanya sekedar nilai yang bagus saja. Jadi, jangan berdoa kepada Tuhan agar dibaikkan nilai-nilaimu, karena nanti hanya nilai yang baik saja yang akan kamu dapatkan, tetapi berdoalah kepada Tuhan, agar diberikan keberkahan dalam engkau menuntut ilmu, maka kamu akan mendapatkan segalanya. Bukan hanya sekedar nilai, tetapi ilmumu akan bermanfaat bagi orang lain dan memberikan keberkahan bagi dirimu dan bagi sekitarmu. Nilai menjadi tidak penting lagi bagimu, tetapi insyaallah nilai mu tidak akan mengecewakan mu dan orangtuamu. Jangan jadikan nilai adalah segalanya bagimu, lebih pentingkan kejujuran daripada hanya nilai yang baik. Dan lapangkanlah dadamu menerima segala resiko dan ujian bahkan cobaan dalam hidup. Jangan menyimpan hati yang kecil, karena dengan sedikit goncangan saja kamu akan mudah berputus asa. Jangan terlalu bangga dengan nilai yang bagus, jadi tidak akan membuatmu trauma ketika nilaimu suatu saat akan turun. Tetaplah berdoa dan berusaha, jika ingin nilaimu baik.. tapi, saran saya jangan lah terlalu dibutakan oleh nilai yang baik. Ya, mungkin kita sudah tidak menTuhankan sebuah nilai, akan tetapi terkadang system yang menuntut kita untuk mendapatkan sebuah nilai yang baik. Terkadang sistem tidak mau tahu seberapa kemampuan kita, yang diinginkan hanyalah nilai yang memuaskan yang diterima. Dan tanpa memikirkan seberapa kemampuan seseorang, padahal perlu diketahui setiap orang, setiap anak, dan setiap mahasiswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Saya tidak menyalahkan mahasiswa, yang harus mati-matian dan berpikir keras dan menghalalkan segala cara guna mendapatkan sebuah nilai yang bagus. Saya juga tidak menyalahkan pernyataan bahwa mahasiswa yang baik adalah yang memiliki nilai bagus, yang saya tidak benarkan ialah ketika mahasiswa tertekan dengan nilai yang bagus dan trauma dengan nilai yang buruk, dan yang menghalalkan segala cara guna mendapatkannya. Mahasiswa bukan lagi anak smp atau sma, mahasiswa seharusnya lebih tahu bagaimana dia bersikap. Bersikaplah lebih dewasa dan lebih bijak, begitupun saya. Antusias dengan nilai baik, saya tidak menyalahkannya akn tetapi tetaplah bersikap bijak. Urusan kita bukan hanya sekedar nilai semata, berlatih lebih tanggungjawab dan bersikap jujur adalah hal yang tidak mudah. Kita belajar mendapatkan nilai yang baik, saya rasa dengan belajar kita akan mendapatkannya, tetapi memunculkan rasa tanggungjawab dan menumbuhkan kesadaran bersikap jujur tak semudah itu. Mendapatkan nilai baik itu susah, lebih susah ialah bersikap dan berlaku jujur, dan mempunyai jiwa yang lapang.

No comments: