Sunday, 26 June 2016

Jangan Katakan Putus Cinta



Jangan katakan putus cinta
Jika seorang kekasih pergi dari jiwamu
Tapi katakanlah,
Ia melanjutkan pengembaraan
Mencari bagian jiwanya yang hilang (Sholeh UG)

Pernahkah anda ditinggal sang pujaan hati? Atau pernahkah cinta anda tak terbalaskan dan hanya berujung pada pengharapan? Yah, sakit, kecewa, bahkan hingga frustasi penuhi sesaknya jiwa. Tetapi ingatlah, jangan pernah katakan putus cinta kepada sang kekasih, karena ia bukan memutuskan cinta akan tetapi melanjutkan pengembaraan mencari bagian jiwanya yang hilang. Jangan berpikir picik tentang cinta, jika engkau terluka karena cinta saat ini, mungkin itu adalah jalan terbaik yang Tuhan tunjukkan padamu karena Tuhan punya jalan yang lebih baik menurutNya.
Perlu kita ketahui, keindahan cinta terletak pada pertemuan yang tersamar, pertemuan yang hanya sekejap, dan pertemuan yang setiap saat dengan buih-buih doa. Dalam buku Cinta Itu Berkah Bukan Musibah karya Sholeh UG, dituliskan bahwa seseorang pernah berkata, saat ia sedang berdua dengan kekasihnya, ia sanggup melawan segala godaan agar meninggalkan jubbah kemanusiaanya. Mengapa? Bukan ia takut terhadap adat dan tradisi, bukan juga karena norma-norma yang diyakini, tetapi karena harga dirinya yang terlalu tinggi. Ia merasa pengorbanan yang dikeluarkan karena menabrak tabu tak sebanding dengan harga dirinya sebagai manusia. Ia tak ingin harga dirinya diciderai hanya karena terdorong untuk menatap berlama-lama orang yang dikasihi. Dengan harga dirinya yang tinggi , ternyata orang itu mampu terus-menerus merasakan keindahan cinta.
Subhanallah, dari paparan di atas ternyata tak jarang dari kita telah salah kaprah memaknai cinta. Cinta butuh pengorbanan, bukan berarti kita rela melakukan apa saja dan mengorbankan apa saja demi cinta. Sang pecinta sejati, tak pernah merasakan jauh dari sang kekasih karena cinta mampu menghadiirkan yang jauh untuk mendekat, dengan kekuatan cinta. Karena seindah-indahnya pertemuan adalah pertemuan dalam setiap buliran doa yang terucap, bukan pertemuan karena gejolak nafsu yang tak mampu lagi untuk dibendungnya. Cinta adalah sebuah rasa yang menghadirkan keindahan jika kita telah bisa memaknai cinta, akan tetapi jika cinta telah kita campur-adukkan dengan gejolak nafsu asmara, bukan lagi keindahan yang akan tercipta akan tetapi penyesalan dan keindahan fatamorgana.



No comments:

Post a Comment