Jangan katakan putus cinta
Jika seorang kekasih pergi
dari jiwamu
Tapi katakanlah,
Ia melanjutkan pengembaraan
Mencari bagian jiwanya yang
hilang (Sholeh UG)
Pernahkah anda ditinggal sang pujaan hati? Atau
pernahkah cinta anda tak terbalaskan dan hanya berujung pada pengharapan? Yah,
sakit, kecewa, bahkan hingga frustasi penuhi sesaknya jiwa. Tetapi ingatlah,
jangan pernah katakan putus cinta kepada sang kekasih, karena ia bukan
memutuskan cinta akan tetapi melanjutkan pengembaraan mencari bagian jiwanya
yang hilang. Jangan berpikir picik tentang cinta, jika engkau terluka karena
cinta saat ini, mungkin itu adalah jalan terbaik yang Tuhan tunjukkan padamu
karena Tuhan punya jalan yang lebih baik menurutNya.
Perlu kita ketahui, keindahan cinta terletak pada
pertemuan yang tersamar, pertemuan yang hanya sekejap, dan pertemuan yang
setiap saat dengan buih-buih doa. Dalam buku Cinta Itu Berkah Bukan Musibah
karya Sholeh UG, dituliskan bahwa seseorang pernah berkata, saat ia sedang
berdua dengan kekasihnya, ia sanggup melawan segala godaan agar meninggalkan
jubbah kemanusiaanya. Mengapa? Bukan ia takut terhadap adat dan tradisi, bukan
juga karena norma-norma yang diyakini, tetapi karena harga dirinya yang terlalu
tinggi. Ia merasa pengorbanan yang dikeluarkan karena menabrak tabu tak
sebanding dengan harga dirinya sebagai manusia. Ia tak ingin harga dirinya
diciderai hanya karena terdorong untuk menatap berlama-lama orang yang
dikasihi. Dengan harga dirinya yang tinggi , ternyata orang itu mampu
terus-menerus merasakan keindahan cinta.
Subhanallah, dari paparan di atas ternyata tak jarang
dari kita telah salah kaprah memaknai cinta. Cinta butuh pengorbanan, bukan
berarti kita rela melakukan apa saja dan mengorbankan apa saja demi cinta. Sang
pecinta sejati, tak pernah merasakan jauh dari sang kekasih karena cinta mampu
menghadiirkan yang jauh untuk mendekat, dengan kekuatan cinta. Karena
seindah-indahnya pertemuan adalah pertemuan dalam setiap buliran doa yang
terucap, bukan pertemuan karena gejolak nafsu yang tak mampu lagi untuk
dibendungnya. Cinta adalah sebuah rasa yang menghadirkan keindahan jika kita
telah bisa memaknai cinta, akan tetapi jika cinta telah kita campur-adukkan
dengan gejolak nafsu asmara, bukan lagi keindahan yang akan tercipta akan
tetapi penyesalan dan keindahan fatamorgana.
No comments:
Post a Comment