Air
Susu Dibalas dengan Air Susu
11-06-2016,
12.18
Tidak asing lagi kita mendengar, bahkan kita yang
mengucapkan air susu dibalas dengan air tuba. Maksudnya ialah ketika kita
melakukan kebaikan kepada seseorang dan kebaikan yang kita lakukan justru dibalas
dengan air tuba. Mugkin hati kita sudah berpikir macam-macam, mengumpat,
marah-marah, dan mengatakan yang tidak-tidak tentang dirinya. Bahkan kita jadi
memiliki prinsip, tidak akan membantunya lagi karena percuma membantunya jika hanya dibalas dengan air
tuba.
Jangan sampai kita tidak lagi menolong orang lain
karena takut akan dibalas dengan air tuba, karena sesungguhnya air susu tetap
akan dibalas dengan air susu, mungkin jika tidak air susu maka akan diganti
dengan sesuatu hal yang lebih baik. Intinya, kebaikan akan tetap dibalas dengan
kebaikan pula. Hanya saja, yang akan membalas belum tentu orang yang kita
tolong. Begitupula dengan kita, ketika kita sedang ada masalah dan orang lain
membantu kita, belum tentu kita dapat membantunya kembali seperti yang orang
lain lakukan untuk kita. Tetapi jangan takut untuk membuat kebaikan, karena
jika kita berbuat sesuatu yang baik, saya yakin kita akan mendapat kebaikan
pula.
Terkadang saya juga merasa kecewa bahkan timbul
perasaan kesal karena apa yang saya lakukan justru dibalas dengan sesuatu hal
yang menyakitkan. Akan tetapi, saya kembalikan lagi tujuan saya menolong karena
apa. Jika saya ikhlas menolongnya, dan bukan semata-mata ingin mendapatkan
pujian dan benar-benar ikhlas mungkin saya tidak akan pernah merasakan kecewa
ataupun kesal karena yang kita tolong justru berbuat sebaliknya. Tidak ada lagi
istilah sakit hati, karena tugas kita adalah saling tolong menolong antar
sesama manusia, dan urusan dia akan berbuat apa terhadap kita itu bukan lagi
urusan kita.
Mungkin apa yang saya tulis juga tidak semudah saya
melakukan atau mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, kita
harus belajar untuk menerapkannya dalam kehidupan kita, belajar sedikit demi
sedikit. Karena untuk melakukan kebaikan, tanpa ada rasa ingin imbalan, adalah
hal yang sulit bagi kita. Tetapi yang terpenting adalah tetap melakukan
kebaikan, walaupun kita masih mengharapkan imbalan baik. Yang kurang tepat
ialah kita menunggu ikhlas, baru kita akan membantu orang lain. Tetap membantu
dan menolong orang lain walau belum dapat ikhlas sepenuhnya, dan setidaknya
kita tidak mengharapkan imbalan serupa dari seseorang yang telah kita bantu.
Air
Susu Dibalas dengan Air Susu
11-06-2016,
12.18
Tidak asing lagi kita mendengar, bahkan kita yang
mengucapkan air susu dibalas dengan air tuba. Maksudnya ialah ketika kita
melakukan kebaikan kepada seseorang dan kebaikan yang kita lakukan justru dibalas
dengan air tuba. Mugkin hati kita sudah berpikir macam-macam, mengumpat,
marah-marah, dan mengatakan yang tidak-tidak tentang dirinya. Bahkan kita jadi
memiliki prinsip, tidak akan membantunya lagi karena percuma membantunya jika hanya dibalas dengan air
tuba.
Jangan sampai kita tidak lagi menolong orang lain
karena takut akan dibalas dengan air tuba, karena sesungguhnya air susu tetap
akan dibalas dengan air susu, mungkin jika tidak air susu maka akan diganti
dengan sesuatu hal yang lebih baik. Intinya, kebaikan akan tetap dibalas dengan
kebaikan pula. Hanya saja, yang akan membalas belum tentu orang yang kita
tolong. Begitupula dengan kita, ketika kita sedang ada masalah dan orang lain
membantu kita, belum tentu kita dapat membantunya kembali seperti yang orang
lain lakukan untuk kita. Tetapi jangan takut untuk membuat kebaikan, karena
jika kita berbuat sesuatu yang baik, saya yakin kita akan mendapat kebaikan
pula.
Terkadang saya juga merasa kecewa bahkan timbul
perasaan kesal karena apa yang saya lakukan justru dibalas dengan sesuatu hal
yang menyakitkan. Akan tetapi, saya kembalikan lagi tujuan saya menolong karena
apa. Jika saya ikhlas menolongnya, dan bukan semata-mata ingin mendapatkan
pujian dan benar-benar ikhlas mungkin saya tidak akan pernah merasakan kecewa
ataupun kesal karena yang kita tolong justru berbuat sebaliknya. Tidak ada lagi
istilah sakit hati, karena tugas kita adalah saling tolong menolong antar
sesama manusia, dan urusan dia akan berbuat apa terhadap kita itu bukan lagi
urusan kita.
Mungkin apa yang saya tulis juga tidak semudah saya
melakukan atau mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, kita
harus belajar untuk menerapkannya dalam kehidupan kita, belajar sedikit demi
sedikit. Karena untuk melakukan kebaikan, tanpa ada rasa ingin imbalan, adalah
hal yang sulit bagi kita. Tetapi yang terpenting adalah tetap melakukan
kebaikan, walaupun kita masih mengharapkan imbalan baik. Yang kurang tepat
ialah kita menunggu ikhlas, baru kita akan membantu orang lain. Tetap membantu
dan menolong orang lain walau belum dapat ikhlas sepenuhnya, dan setidaknya
kita tidak mengharapkan imbalan serupa dari seseorang yang telah kita bantu.
No comments:
Post a Comment