Thursday, 9 June 2016

contoh laporan manajemen pendidikan

KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan ini tanpa suatu halangan apapun. Tanpa pertolonganNya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Laporan ini disusun sebagai tugas akhir semester pada mata kuliah Manajemen Pendidikan dengan tema laporan “IMPLEMENTASI MANAJEMEN SEKOLAH SMK N 1 NGABLAK”. Laporan ini disusun oleh penyusun dengan berbagai rintangan, baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Terima kasih penyusun ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung terselesaikannya laporan terutama kepada SMK N 1 NGABLAK yang telah bersedia menjadi narasumber dan memberikan semua data dan informasi dalam penyusunan laporan ini. Semoga laporan ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang lebih luas bagi pembaca. Tak ada gading yang tak retak. Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan, baik dari materi maupun teknik penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman penyusun. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penyusun harapkan. Magelang, 28 Mei 2016 Penyusun Ana Anjarwati BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berbagai upaya telah banyak dilakukan dalam upaya meningkatkan mutu lulusan yang dihasilkan oleh suatu lembaga pendidikan. Sebagian pihak percaya bahwa peningkatan mutu lulusan harus dilakukan dengan meningkatkan berbagai sarana dan pasarana pendukung kegiatan pendidikan, namun dipihak lain berpendapat pula bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan dengan meningkatkan kinerja dan profesionalisme guru. Kedua pendapat ini merupakan salah sebagian saja dari banyak pendapat yang dilontarkan oleh para ahli, pengamat dan praktisi pendidikan. Hal ini tergantung bagaimana para ahli, pengamat, dan praktisi tersebut menetapkan sudut pandangnya. Lulusan yang dihasilkan dan prestasi anak didik sangat erat berkaitan dengan bagaimana sekolah tersebut menerapkan Manajemen Sekolah, ketika manajemen sekolah itu baik maka akan memberikan dampak yang baik pula bagi siswa dan sebaliknya. Jadi, Manajemen Sekolah merupakan faktor yang paling penting dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah yang keberhasilannya diukur oleh prestasi yang didapat, oleh karena itu dalam menjalankan kepemimpinan, harus menggunakan suatu sistem, artinya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang di dalamnya terdapat komponen-komponen terkait seperti guru-guru, staff TU, orang tua siswa, masyarakat, pemerintah, anak didik, dan lain-lain harus berfungsi optimal yang dipengaruhi oleh kebijakan dan kinerja pimpinan. Tantangan lembaga pendidikan adalah mengejar ketertinggalan artinya kompetisi dalam meraih prestasi terlebih dalam menghadapi persaingan B. Rumusan Penelitian Berdasarkan latar belakang di atas, penyusun membuat lingkup masalah yang di buat sesuai dengan judul pembahasan, antara lain: 1. Apa yang dimaksud dengan Manajemen Sekolah? 2. Bagaimana Profil SMK N 1 Ngablak? 3. Bagaimana Implementasi Manajemen Sekolah di SMK N 1 Ngablak? C. Tujuan penelitian Adapun beberapa tujuan mengapa dilakukannya penelitian, antara lain: 1. Guna Memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah Manajemen Pendidikan 2. Untuk Memenuhi dan Memahami Hakikat Manajemen Pendidikan 3. Untuk Mengetahui dan Memahami Profil SMK N 1 Ngablak 4. Untuk Mengetahui dan Memahami Implementasi Manajemen Sekolah di SMK N 1 Ngablak D. Sistematika Penulisan Dalam penyusunan makalah ini penulis menyusun secara sistematis supaya makalh ini dapat mudah dipahami. Makalah ini terdiri dari 6 BAB, yaitu: I. Pendahuluan penelitian, yaitu menjelaskan tentang penelitian ini; II. Metode Penelitan III. Landasan Teori, yaitu memjelaskan hakikat manajemen sekolah; IV. Hasil Observasi, yaitu membahas implementasi manajemen sekolah di SMK N 1 Ngablak V. Penutup, yaitu simpulan dan saran., yaitu latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan sistematika penulisan; BAB II METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Hari/Tanggal : Kamis, Mei 2016 Waktu : 09.30 WIB – 12.00 WIB Tempat : SMK N 1 Ngablak Alamat : Jl. Raya Magelang-Kopeng Bandungrejo Km. 26 Ngablak Kab. Magelang 56194 Tel/Fax. (0293)5528121 Tema : Implementasi Manajemen B. Metode Dalam penelitian ini penyusun menggunakan dua metode, yaitu: 1. Metode kualitatif, sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis/lisan yang berasal dari penjelasan manajemen sekolah oleh orang-orang yang tahu dan mengerti tentang struktur, isi dan bentuk manajemen organisasi SMK N 1 Ngablak. Metode kualitatif dipakai karena metode ini lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan yang ada. Satuan kajian dari penelitian ini adalah berupa suatu lembaga sekolah yaitu SMK N 1 Ngablak. 2. Metode kuantitatif, sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data yang berupa data-data maupun angka-angka. Penyusun juga menggunakan metode ini dalam penelitian sebagai pelengkap data kualitatif, agar data yang dihasilkan lebih falid. C. Sumber Data Sumber data yang penyusun gunakan dalam observasi ini, merupakan data yang berasal dari arsip SMK N 1 Ngablak, narasumber yaitu Dyaning Liestyani, SP, selain itu juga menggunakan berbagai sumber buku referensi dan website sebagai dasar untuk menjabarkan kajian teori mengenai manajemen sekolah. D. Teknik Pengumpulan Data Teknik yang digunakan dalam menghimpun informasi dari narasumber mengenai peran bimbingan konseling yaitu teknik observasi dan interview (wawancara langsung). BAB III LANDASAN TEORI A. Hakekat Manajemen Sekolah 1. Pengertian Manajemen Sekolah Manajemen adalah proses menggunakan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan, sedangkan sekolah adalah lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat untuk menerima dan memberikan pelajaran. Berdasarkan makna leksikal tersebut, manajemen sekolah dapat di artikan sebagai penggunaaan sumber daya yang berasaskan pada sekolah dalam proses pengajaran atau pembelajaran. Sedangkan dalam buku Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah, manajemen sekolah adalah suatu model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah (guru, siswa, kepala sekolah, pegawai sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat) untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional. 2. Tujuan Manajemen Sekolah Tujuan umum manajemen sekolah yaitu untuk memandirikan atau memberdayakan sekolah melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada sekolah, pemberian fleksibilitas yang lebih besar kepada sekolah untuk mengelola sumber daya sekolah dan mendorong partisipasi warga sekolah serta masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan,: a. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia; Menurut Tim Pokja MBS Jawa Barat, implementasi manajemen sekolah mempunyai tujuan, yaitu: b. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama; c. Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, sekolah, dan pemerintah tentang mutu sekolah; d. Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah untuk pencapaian mutu pendidikan yang di harapkan. 3. Fungsi Manajemen Sekolah Menurut Departemen Pendidikan Nasional, fungsi-fungsi yang didesentralisasikan ke sekolah, yaitu : a. Perencanaan dan evaluasi program sekolah; b. Pengelolaan kurikulum; c. Pengelolaan proses belajar mengajar; d. Pengelolaan ketenagakerjaan; e. Pengelolaan peralatan dan perlengkapan; f. Pengelolaan keuangan; g. Pelayanan siswa; h. Hubungan sekolah dan masyarakat; i. Pengelolaan iklim sekolah B. Ruang Lingkup Manajemen Sekolah 1. Manajemen Kurikulum, adalah sebuah proses atau sistem pengelolaan kurikulum secara kooperatif, komprehensif, sistemik, dan sistematik untuk mengacu ketercapaian tujuan kurikulum yang sudah dirumuskan. 2. Manajemen Personalia, adalah salah satu bentuk pengelolaan manusia yang bekerja di suatu sekolah secara efektif untuk menghasilkan sebuah tatanan sistem atau proses pendidikan yang baik. Manajemen ini bertujuan untuk mendayagunakan tenaga-tenaga kependidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal, namun tetap dalam kondisi menyenangkan. 3. Manajemen Keuangan Sekolah, adalahseluruh proses kegiatan yang di rencanakan dan di laksanakan atau di usahakan secara sengaja dan sungguh-sungguh, serta pembinaan secara kontinuterhadap biaya operasional sekolah sehingga kegiatan pendidikan telah efektif dan efisien serta membantu pencapaian tujuan pendidikan. Fungsi dan tanggung jawab manajemen keuangan adalah merencanakan sumber dana dan penggunaan dana yang di peroleh. 4. Manajemen Peserta didik, adalah seluruh prose kegiatan yang di rencanakan dan di usahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinuterhadap seluruh peserta didik (dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan) kagar dapat mengikuti proses PBM dengan efektif dan efisien. Manajemen ini bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan belajar mengajar di sekolah agar dapat berjalan lancer, tertib, teratur, serta dapat mencapai tujuan pendidikan sekolah. 5. Manajemen Sarana dan Prasarana, adalah seluruh proses kegiatan yang di rencanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersunguh-sungguh serta pembinaan kontinu terhadap benda-benda pendidikan, agar senantiasa siap pakai dalam KBM. Manajemen ini di laksanakan demi tujuan pendidikan yang telah di tetapkan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Manajemen ini bertujuan untuk memberikan layanan secara professional di bidang sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien. 6. Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat, adalah proses suatu kegiatan yang lebih terarah antara sekolah dan masyarakat melalui langkah-langkah : saling mengenal, memahami, mengasihi, menolong, dan menanggung, sehingga terwujud kerja sama yang baik dan saling menguntungkan kepada pihak-pihak yang terkait, dengan tujuan utamanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. BAB IV HASIL OBSERVASI A. Macam-macam Manajemen dan Pengertiannya 1. Manajemen Kurikulum, adalah sebuah proses atau sistem pengelolaan kurikulum secara kooperatif, komprehensif, sistemik, dan sistematik untuk mengacu ketercapaian tujuan kurikulum yang sudah dirumuskan. 2. Manajemen Personalia, adalah salah satu bentuk pengelolaan manusia yang bekerja di suatu sekolah secara efektif untuk menghasilkan sebuah tatanan sistem atau proses pendidikan yang baik. Manajemen ini bertujuan untuk mendayagunakan tenaga-tenaga kependidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal, namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan. 3. Manajemen Keuangan Sekolah, adalahseluruh proses kegiatan yang di rencanakan dan di laksanakan atau di usahakan secara sengaja dan sungguh-sungguh, serta pembinaan secara kontinuterhadap biaya operasional sekolah sehingga kegiatan pendidikan telah efektif dan efisien serta membantu pencapaian tujuan pendidikan. Fungsi dan tanggung jawab manajemen keuangan adalah merencanakan sumber dana dan penggunaan dana yang di peroleh. 4. Manajemen Peserta didik, adalah seluruh prose kegiatan yang di rencanakan dan di usahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinuterhadap seluruh peserta didik (dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan) kagar dapat mengikuti proses PBM dengan efektif dan efisien. Manajemen ini bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan belajar mengajar di sekolah agar dapat berjalan lancer, tertib, teratur, serta dapat mencapai tujuan pendidikan sekolah. 5. Manajemen Sarana dan Prasarana, adalah seluruh proses kegiatan yang di rencanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersunguh-sungguh serta pembinaan kontinu terhadap benda-benda pendidikan, agar senantiasa siap pakai dalam KBM. Manajemen ini di laksanakan demi tujuan pendidikan yang telah di tetapkan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Manajemen ini bertujuan untuk memberikan layanan secara professional di bidang sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien. 6. Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat, adalah proses suatu kegiatan yang lebih terarah antara sekolah dan masyarakat melalui langkah-langkah : saling mengenal, memahami, mengasihi, menolong, dan menanggung, sehingga terwujud kerja sama yang baik dan saling menguntungkan kepada pihak-pihak yang terkait, dengan tujuan utamanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. B. Manajemen yang ada di SMK N 1 Ngablak 1. Visi dan Misi VISI : a. Menghasilkan tamatan yang memiliki daya saing di era global MISI : a. Menyiapkan tamatan professional bertaqwa, mandiri, dan memiliki jiwa wirausaha b. Memberdayakan sekolah dalam rangka mewujudkan pelayan pendidikan c. Memberdayakan sekolah sebagai sumber nformasi di bidang pertanian 2. Sruktur Organisasi a. Kepala Sekolah: Ir. Edi Wismono Setiyanto M. Pd b. Waka Kurikulum : Imam Suhada S. Si c. Waka Kesiswaan : Wuryanto S. Pd d. Kepala Tata Usaha : Ahmad Irfan, S.Pd e. Pembina OSIS : Arif Adi Wiratna S. Pd 3. Pembina ekstrakulikuler : a. Pramuka b. Palang Merah Indonesia (Isti Yuliatun, S.Pd) c. Musik (Suranto SP) C. Implementasi Manajemen Sekolah SMK N 1 Ngablak 1. Implementasi Manajemen Kurikulum Dalam implementasi manajemen kurikulum, saat ini SMK N 1 Ngablak telah menerapkan kurikulum 2013. Sebagian guru pun telah mengikuti pelatihan dan memahaminya. Buku-buku yang menjadi acuan kurikulum 2013 telah di gunakan dalam kegiatan belajar mengajar. 2. Macam-macam Bidang Jurusan Di dalam sekolah ini memiliki tiga bidang jurusan yang dapat diambil, yaitu: a. Jurusan Agribisnis dan Kultur Jaringan Tanaman b. Jurusan Agribisnis Ternak Unggas c. Jurusan Bisnis dan Manajemen 3. Data Jumlah Siswa SMK N 1 Ngablak a. Agribisnis Pembibitan dan Kultur Jaringan Tanaman : Total(193 siswa) b. Agribisnis Ternak Unggas: Total(185 siswa) c. Bisnis dan Manajemen: Total( 99 siswa) 4. Penelusuran Tamatan Tahun Pelajaran 2014/2015 a. XII APKJT 1, 1) Bekerja:13 2) Melanjutka:4 3) Wiraswasta:4 b. XII APKJT 2, 1) Bekerja: 12 2) Melanjutkan: 4 3) Wiraswasta: 4 c. XII ATU 1, 1) Bekerja: 4 2) Melanjutkan: 3 3) Wiraswasta:6 d. XII ATU 2, 1) Bekerja:8 2) Melanjutkan:1 3) Wiraswasta:7 e. XII PM, 1) Bekerja:17 siswa 2) Melanjutkan:2 siswa 3) Wiraswasta: 6 siswa BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Untuk menciptakan siswa didik yang dapat memejukan bangsanya sendiri dibutuhkan kerjasama semua pihak, baik orangtua, sekolah, maupun pemerintahan. Dan sekolah merupakan tempat belajar dan menuntut ilmu, sudah seharusnya bukan hanya pendidikan intelektual yang ditekankan, melainkan pentingnya pendidikan akhlak dan karakter, karena dengan hal itu akan menciptakan generasi yang bukan hanya cerdas namun juga memilki akhalkul karimah. Dan pentingnya pendidikan yang lebih tinggi guna menambah suatu wawasan dan iilmu pengetahuan sangatlah penting. Karena di era sekarang ini semakin ketatnya persaingan di dunia kerja maka sangat pentingnnya meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebiih tinggi. Menurt data penelitian saya, masih rendahnya minat siswa dan siswi SMK 1 Ngablak dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. B. Saran Saran penyusun dalam observasi ini adalah kita sebagai mahasiswa dan mahasiswi yang disiapkan menjadi tenaga pengajar yang professional, kita harus lebih dapat menjadi pengajar yang bukan hanya mengajarkan kecerdasan IQ tetapi juga menekankan kepada karakter yang baik. Selain itu, sebagai guru seharusnya dapat memberikan motivasi dan pengarahan yang tepat guna anak didiknya. Penyusun sadar dalam pembuatan laporan ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga penyusun mohon kritik dan saran yang membangun guna perbaikan laporan yang selanjutnya. LAMPIRAN

No comments: