Sunday, 26 June 2016

Idola Bagi Remaja Kekinian



                                                “Idola bagi Remaja Kekinian”
Siapa idola kita saat  ini? Seorang penyair, pejuang, artis, aktris, ? Atau siapa?? Tidak aneh di era saat ini banyak orang baik anak-anak, remaja, bahkan nenek-nenek sekalipun memiliki sebuah tokoh panutan atau yang sering kita sebut dengan “Si Idola”. Kita sering sekali menyebut-nyebut kata “Idola” akan tetapi kita tidak tahu apa makna dan maksud dari kata tersebut, yak karena kita biasanya hanya ikut-ikutan saja menyebut kata idola untuk sebutan tokoh yang kita kagumi dengan bahasa yang “agak gaul”. Sebelum kita mengatakan siapa idola kita saat ini, sebaiknya kita harus tahu mengenai apa itu “Idola”.
Dalam An English-Indonesian Dictionary yang ditulis oleh John M. Echols dan Hassan Shadily disebutkan, kata idol (kata benda) yang artinya ialah berhala, dan kata idolatry yang memiliki arti pemujaan terhadap berhala. Dan arti kata dari idolize adalah memberhalakan, dan dalam  Kamus Besar Bahasa Indonesia kata idola memiliki arti berhala. Jadi, selama ini, selama kita punya idola, berarti kita menyembah berhala? Dan, berarti kita sebagai umat yang beragama kita tidak boleh memiliki idola, karena kita sama saja telah menyembah selain Tuhan kita?
Jangan bersedih dahulu, dan jangan mengartikan bahwa kita sebagai seorang muslim kita tidak diperbolehkan memiliki sosok panutan atau idola. Kita sebagai manusia, apalagi kita sebagai seorang remaja, sangatlah wajar jika kita memiliki rasa klop, naksir, kagum, dan itu bersifat alamiah. Kita tidak bisa menyalahkan perasaan yang datang, yang kita sebut dengan rasa kagum. Menurut psikolog Erikson, mengatakan bahwa keadaan ini merupakan serangan revolusi psikologis dan proses pematangan seksual dan ketidakpastian mengenai orang dewasa yang tampak dihadapannya.
Pernahkah kita merasa jantung kita serasa akan lepas, ketika kita melihat orang yang kita kagumi, dan bagaimana bisa kita mengagumi seseorang tersebut? Saya akan sedikit menjelaskan mengenai bagaimana hormon dalam otak bekerja ketika kita menyukai, atau mengagumi seseorang. Dalam buku “Histeria Sang Idola” karya Izzatul Jannah, yang pernah saya  baca dijelaskan bahwa ketika kontak mata sedang berlangsung, tertanam suatu kesan, kemudian otak bekerja bagaikan komputer yang menyajikan sejumlah data dan mencocokkannya dengan sejumlah data yang pernah terekam sebelumnya. Ia akan mencari apa yang membuat pesona itu muncul. Kemudian fase kedua, yaitu munculnya hormon phenylethylamine (PEA) yang diproduksi otak. Inilah sebabnya ketika terkesan oleh seseorang, secara otomatis senyum pun akan tersungging di bibir. Secara spontan, pabrik PEA aktif bekerja ketika peluit mulai dibunyikan. Hormon dopamine  dan norepinephrine yang terdapat dalam darah manusia, ikut bereaksi. Proses inilah yang menyebabkan jantung kita berdegub kencang dan serasa ingin lepas, disebabkan dopamine dan norepinephrine memproduksi adrenalin atau hormon ke tegangan.
Setelah paparan di atas, sudah menemukan siapa idola kita saat ini? Yang terpenting dan yang paling utama sebagai umat muslim dan remaja muslim kita menjadikan Rasul sebagai tauladan yang utama. Kita sebagai seorang muslim, tak perlu bersusah-susah harus bingung dan pusing dalam mencari seorang teladan. Kita tak perlu terbang jauh-jauh mencari teladan di seberang lautan sana, yang belum tentu akan berdampak baik bagi kita. Apa salahnya jika mulai saat ini, kita menjadikan Rasulullah SAW adalah sebagai suri tauladan kita. bukankah ada pepatah mengatakan “tak kenal maka tak sayang”, bagaimana bisa kita dikatakan sayang dan mencintai Rasul kita, jika kita tidak pernah mau mengenal tentang siapa Nabi kita Muhammad Saw? Bukankah dengan kita mengikuti Rasul sama dengan kita menaati Allah. Dalam Surat An-Nisa:80 disebutkan yang artinya, “Barangsiapa taat pada Rasul maka sungguh dia telah taat kepada Allah, dan barangsiapa berpaling, maka Kami tidak mengutus engkau sebagai penjaga atas mereka”. Jadi tidak ada lagi yang perlu kita ragukan atau kita pertanyakan, mengapa kita harus mengutamakan Rasul sebagai suri tauladan kita. Dalam surat Al-Ahzaab:21 juga disebutkan, yang artinya”Sungguh pada diri Rasulullah itu teladan yang baik bagi kamu, bagi orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan hari kemudian dan banyak mengingat Allah.”
Remaja gaul, remaja kekinian, adalah remaja yang menjadikan Rasulullah adalah sebagai suri tauladan yang pertama dan utama. Karena tidak ada kekuranganpun bahkan yang buruk yang terdapat dalam diri Nabi Muhammad Saw, dialah potret manusia yang sempurna akhlaknya. Tidak ada larangan untuk kita mengagumi Britney, Julia Perez, Sazkia Gotik, dan lain sebagainya asalkan kita hanya boleh mengambil yang baik dalam diri mereka yaitu yang baik sesuai dengan norma kebaikan dan norma agama. Lebih baik lagi, dapat menambah sisi dan tingkat keimanan kita terhadap Allah SWT.

No comments: