Monday, 27 June 2016

Air Susu akan Dibalas Air Susu




Air Susu Dibalas dengan Air Susu
11-06-2016, 12.18
                                                              
Tidak asing lagi kita mendengar, bahkan kita yang mengucapkan air susu dibalas dengan air tuba. Maksudnya ialah ketika kita melakukan kebaikan kepada seseorang dan kebaikan yang kita lakukan justru dibalas dengan air tuba. Mugkin hati kita sudah berpikir macam-macam, mengumpat, marah-marah, dan mengatakan yang tidak-tidak tentang dirinya. Bahkan kita jadi memiliki prinsip, tidak akan membantunya lagi karena percuma  membantunya jika hanya dibalas dengan air tuba.
Jangan sampai kita tidak lagi menolong orang lain karena takut akan dibalas dengan air tuba, karena sesungguhnya air susu tetap akan dibalas dengan air susu, mungkin jika tidak air susu maka akan diganti dengan sesuatu hal yang lebih baik. Intinya, kebaikan akan tetap dibalas dengan kebaikan pula. Hanya saja, yang akan membalas belum tentu orang yang kita tolong. Begitupula dengan kita, ketika kita sedang ada masalah dan orang lain membantu kita, belum tentu kita dapat membantunya kembali seperti yang orang lain lakukan untuk kita. Tetapi jangan takut untuk membuat kebaikan, karena jika kita berbuat sesuatu yang baik, saya yakin kita akan mendapat kebaikan pula.
Terkadang saya juga merasa kecewa bahkan timbul perasaan kesal karena apa yang saya lakukan justru dibalas dengan sesuatu hal yang menyakitkan. Akan tetapi, saya kembalikan lagi tujuan saya menolong karena apa. Jika saya ikhlas menolongnya, dan bukan semata-mata ingin mendapatkan pujian dan benar-benar ikhlas mungkin saya tidak akan pernah merasakan kecewa ataupun kesal karena yang kita tolong justru berbuat sebaliknya. Tidak ada lagi istilah sakit hati, karena tugas kita adalah saling tolong menolong antar sesama manusia, dan urusan dia akan berbuat apa terhadap kita itu bukan lagi urusan kita.
Mungkin apa yang saya tulis juga tidak semudah saya melakukan atau mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, kita harus belajar untuk menerapkannya dalam kehidupan kita, belajar sedikit demi sedikit. Karena untuk melakukan kebaikan, tanpa ada rasa ingin imbalan, adalah hal yang sulit bagi kita. Tetapi yang terpenting adalah tetap melakukan kebaikan, walaupun kita masih mengharapkan imbalan baik. Yang kurang tepat ialah kita menunggu ikhlas, baru kita akan membantu orang lain. Tetap membantu dan menolong orang lain walau belum dapat ikhlas sepenuhnya, dan setidaknya kita tidak mengharapkan imbalan serupa dari seseorang yang telah kita bantu.



Air Susu Dibalas dengan Air Susu
11-06-2016, 12.18
                                                              
Tidak asing lagi kita mendengar, bahkan kita yang mengucapkan air susu dibalas dengan air tuba. Maksudnya ialah ketika kita melakukan kebaikan kepada seseorang dan kebaikan yang kita lakukan justru dibalas dengan air tuba. Mugkin hati kita sudah berpikir macam-macam, mengumpat, marah-marah, dan mengatakan yang tidak-tidak tentang dirinya. Bahkan kita jadi memiliki prinsip, tidak akan membantunya lagi karena percuma  membantunya jika hanya dibalas dengan air tuba.
Jangan sampai kita tidak lagi menolong orang lain karena takut akan dibalas dengan air tuba, karena sesungguhnya air susu tetap akan dibalas dengan air susu, mungkin jika tidak air susu maka akan diganti dengan sesuatu hal yang lebih baik. Intinya, kebaikan akan tetap dibalas dengan kebaikan pula. Hanya saja, yang akan membalas belum tentu orang yang kita tolong. Begitupula dengan kita, ketika kita sedang ada masalah dan orang lain membantu kita, belum tentu kita dapat membantunya kembali seperti yang orang lain lakukan untuk kita. Tetapi jangan takut untuk membuat kebaikan, karena jika kita berbuat sesuatu yang baik, saya yakin kita akan mendapat kebaikan pula.
Terkadang saya juga merasa kecewa bahkan timbul perasaan kesal karena apa yang saya lakukan justru dibalas dengan sesuatu hal yang menyakitkan. Akan tetapi, saya kembalikan lagi tujuan saya menolong karena apa. Jika saya ikhlas menolongnya, dan bukan semata-mata ingin mendapatkan pujian dan benar-benar ikhlas mungkin saya tidak akan pernah merasakan kecewa ataupun kesal karena yang kita tolong justru berbuat sebaliknya. Tidak ada lagi istilah sakit hati, karena tugas kita adalah saling tolong menolong antar sesama manusia, dan urusan dia akan berbuat apa terhadap kita itu bukan lagi urusan kita.
Mungkin apa yang saya tulis juga tidak semudah saya melakukan atau mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Akan tetapi, kita harus belajar untuk menerapkannya dalam kehidupan kita, belajar sedikit demi sedikit. Karena untuk melakukan kebaikan, tanpa ada rasa ingin imbalan, adalah hal yang sulit bagi kita. Tetapi yang terpenting adalah tetap melakukan kebaikan, walaupun kita masih mengharapkan imbalan baik. Yang kurang tepat ialah kita menunggu ikhlas, baru kita akan membantu orang lain. Tetap membantu dan menolong orang lain walau belum dapat ikhlas sepenuhnya, dan setidaknya kita tidak mengharapkan imbalan serupa dari seseorang yang telah kita bantu.

Sunday, 26 June 2016

Antara Sapaan, Ujian dan Kepedulian TUHAN



ANTARA SAPAAN, UJIAN, DAN KEPEDULIAN “TUHAN”

Terkadang Tuhan menegurku secara halus, kerikil-kerikil yang menghalangi jalan terkadang itu bukan sebuah halangan, akan tetapi adalah teguran dari Tuhan agar kita jangan terlena. Tuhan begitu sayang padaku, Tuhan selalu menegurku dengan sapa rindu. Tuhan selalu ingatkanku, bahwa aku ini hanya lemah tak berdaya tanpaNya. Terkadang aku mulai berjalan tak tentu, terombang-ambing tak menentu, tetapi untunglah Tuhan segera menegurku bahwa semua yang aku miliki karenaNya.
Terkadang aku begitu serasa dekat denganNya, tetapi terkadang aku membuangnya begitu saja ketika kesenangan datang menghampiriku. Aku terkadang menangis tersendu entah dalam doa-doa ku atau ketika menangis dalam hatiku, tetapi seketika itu aku melupakanmu ketika doa-doa ku terjawab sudah atas izinMu. Tuhan, maafkanlah aku atas kehilafanku yang begitu merasa dekat denganMu hanya ketika aku membutuhkanMu, dan ketika datang kebahagiaan seketika itu pula aku lupa akan Mu.
Maafku, mungkin juga hanya isapan jempol Tuhan, tak pernah aku benar-benar tulus bertaubat padaMu. Taubatku hanyalah taubat seorang pendosoa Tuhan, detik ini aku benar-benar mohon maaf atas kesalahanku dan berjanji untuk bertaubat padaMu, tetapi sedetik saja aku langsung lupa akan taubatku dan mengulanginya kembali. Dan di lain waktu aku benar-benar merasa bersalah padaMu dan bertaubat lagi padaMu. Tuhan, mungkin aku ini tak sekedar munafik Tuhan. Akan tetapi aku selalu percaya bahwa Engkau adalah Maha Pengampun, aku tak jemu memohon maaf padaMu walau sedetik kemudian aku mengulanginya kembali, tetapi aku akan segera memohon maaf atas kesalahanku. Tuhan maafkanlah dosa-dosaku dari taubatku yang kemudian mengulanginya kembali.
Tuhan selalu punya banyak cara, bahkan tak pernah kekurangan cara guna mengingatkan hambanya yang mulai terlena. Bersyukurlah jika hari ini Tuhan masih menegur sapa kepada kita, entah dengan ujian, cobaan, ataupun penderitaan. Berapa banyak orang yang Tuhan biarkan ia dalam kelenaannya dan entah sampai kapan. Jadi, bersyukurlah kita ketika hari ini Tuhan masih berikan kita kerikil-kerikil yag terkadang menghalangi jalan, karena dengan itu maka kita akan merasa bahwa kita benar-benar dekat dengan Tuhan, karena sifat manusia ketika ditimpa musibah dan bencana maka merasa bahwa benar-benar membutuhkan Tuhan,
Dengan kesulitan maka kita akan lebih dekat dengan Tuhan, kita akan giat berdoa, menangis dalam dekap dan pangkuannya. Bukankah Tuhan telah janjikan kepada kita bahwa setelah kesulitan aka nada kemudahan, karena keselitan sendiri datang bersama kemudahan. Bukankah kita tahu, bahwa hanya Allah lah yang tidak pernah mengingkari janjiNya? Seharusnya kita yakin dan percaya bahwa setelah kesulitan akan datang kemudahan, karena sulit dan mudah adalah satu paket. Mana mungkin ada sulit kalau tidak Tuhan berikan kemudahan, begitupula Tuhan datangkan penyakit beserta dengan obatnya. Dan semua kita kembalikan kepada Allah SWT,
Jadi, jangan mengeluh dengan kesulitan yang datang, jangan suudzon dengan Tuhan ketika banyak kerikil-kerikil di jalan, karena semua itu mungkin adalah cara Allah SWT menyapa dan menegur kita supaya kita selalu dekat denganNya dan selalu dalam pangkuanNya. Amin Yarabbal ‘alamin.



Puisi MIMPI



MIMPI
Aku ini payah,
Tulisan- tulisan usang
Hanya bisa bungkam
Jeritku terangkai
Tapi tiada kata
Yang kurangkai indah
Terbengkalai jua
Aku ini payah
Hanya bersua tapi tanpa suara
Tak ter ba ca
Tertatih jariku merangkai
Mengeja setiap aksara
Dan terbuang percuma,

Jangan Katakan Putus Cinta



Jangan katakan putus cinta
Jika seorang kekasih pergi dari jiwamu
Tapi katakanlah,
Ia melanjutkan pengembaraan
Mencari bagian jiwanya yang hilang (Sholeh UG)

Pernahkah anda ditinggal sang pujaan hati? Atau pernahkah cinta anda tak terbalaskan dan hanya berujung pada pengharapan? Yah, sakit, kecewa, bahkan hingga frustasi penuhi sesaknya jiwa. Tetapi ingatlah, jangan pernah katakan putus cinta kepada sang kekasih, karena ia bukan memutuskan cinta akan tetapi melanjutkan pengembaraan mencari bagian jiwanya yang hilang. Jangan berpikir picik tentang cinta, jika engkau terluka karena cinta saat ini, mungkin itu adalah jalan terbaik yang Tuhan tunjukkan padamu karena Tuhan punya jalan yang lebih baik menurutNya.
Perlu kita ketahui, keindahan cinta terletak pada pertemuan yang tersamar, pertemuan yang hanya sekejap, dan pertemuan yang setiap saat dengan buih-buih doa. Dalam buku Cinta Itu Berkah Bukan Musibah karya Sholeh UG, dituliskan bahwa seseorang pernah berkata, saat ia sedang berdua dengan kekasihnya, ia sanggup melawan segala godaan agar meninggalkan jubbah kemanusiaanya. Mengapa? Bukan ia takut terhadap adat dan tradisi, bukan juga karena norma-norma yang diyakini, tetapi karena harga dirinya yang terlalu tinggi. Ia merasa pengorbanan yang dikeluarkan karena menabrak tabu tak sebanding dengan harga dirinya sebagai manusia. Ia tak ingin harga dirinya diciderai hanya karena terdorong untuk menatap berlama-lama orang yang dikasihi. Dengan harga dirinya yang tinggi , ternyata orang itu mampu terus-menerus merasakan keindahan cinta.
Subhanallah, dari paparan di atas ternyata tak jarang dari kita telah salah kaprah memaknai cinta. Cinta butuh pengorbanan, bukan berarti kita rela melakukan apa saja dan mengorbankan apa saja demi cinta. Sang pecinta sejati, tak pernah merasakan jauh dari sang kekasih karena cinta mampu menghadiirkan yang jauh untuk mendekat, dengan kekuatan cinta. Karena seindah-indahnya pertemuan adalah pertemuan dalam setiap buliran doa yang terucap, bukan pertemuan karena gejolak nafsu yang tak mampu lagi untuk dibendungnya. Cinta adalah sebuah rasa yang menghadirkan keindahan jika kita telah bisa memaknai cinta, akan tetapi jika cinta telah kita campur-adukkan dengan gejolak nafsu asmara, bukan lagi keindahan yang akan tercipta akan tetapi penyesalan dan keindahan fatamorgana.