Sunday, 26 June 2016

Idola Bagi Remaja Kekinian



                                                “Idola bagi Remaja Kekinian”
Siapa idola kita saat  ini? Seorang penyair, pejuang, artis, aktris, ? Atau siapa?? Tidak aneh di era saat ini banyak orang baik anak-anak, remaja, bahkan nenek-nenek sekalipun memiliki sebuah tokoh panutan atau yang sering kita sebut dengan “Si Idola”. Kita sering sekali menyebut-nyebut kata “Idola” akan tetapi kita tidak tahu apa makna dan maksud dari kata tersebut, yak karena kita biasanya hanya ikut-ikutan saja menyebut kata idola untuk sebutan tokoh yang kita kagumi dengan bahasa yang “agak gaul”. Sebelum kita mengatakan siapa idola kita saat ini, sebaiknya kita harus tahu mengenai apa itu “Idola”.
Dalam An English-Indonesian Dictionary yang ditulis oleh John M. Echols dan Hassan Shadily disebutkan, kata idol (kata benda) yang artinya ialah berhala, dan kata idolatry yang memiliki arti pemujaan terhadap berhala. Dan arti kata dari idolize adalah memberhalakan, dan dalam  Kamus Besar Bahasa Indonesia kata idola memiliki arti berhala. Jadi, selama ini, selama kita punya idola, berarti kita menyembah berhala? Dan, berarti kita sebagai umat yang beragama kita tidak boleh memiliki idola, karena kita sama saja telah menyembah selain Tuhan kita?
Jangan bersedih dahulu, dan jangan mengartikan bahwa kita sebagai seorang muslim kita tidak diperbolehkan memiliki sosok panutan atau idola. Kita sebagai manusia, apalagi kita sebagai seorang remaja, sangatlah wajar jika kita memiliki rasa klop, naksir, kagum, dan itu bersifat alamiah. Kita tidak bisa menyalahkan perasaan yang datang, yang kita sebut dengan rasa kagum. Menurut psikolog Erikson, mengatakan bahwa keadaan ini merupakan serangan revolusi psikologis dan proses pematangan seksual dan ketidakpastian mengenai orang dewasa yang tampak dihadapannya.
Pernahkah kita merasa jantung kita serasa akan lepas, ketika kita melihat orang yang kita kagumi, dan bagaimana bisa kita mengagumi seseorang tersebut? Saya akan sedikit menjelaskan mengenai bagaimana hormon dalam otak bekerja ketika kita menyukai, atau mengagumi seseorang. Dalam buku “Histeria Sang Idola” karya Izzatul Jannah, yang pernah saya  baca dijelaskan bahwa ketika kontak mata sedang berlangsung, tertanam suatu kesan, kemudian otak bekerja bagaikan komputer yang menyajikan sejumlah data dan mencocokkannya dengan sejumlah data yang pernah terekam sebelumnya. Ia akan mencari apa yang membuat pesona itu muncul. Kemudian fase kedua, yaitu munculnya hormon phenylethylamine (PEA) yang diproduksi otak. Inilah sebabnya ketika terkesan oleh seseorang, secara otomatis senyum pun akan tersungging di bibir. Secara spontan, pabrik PEA aktif bekerja ketika peluit mulai dibunyikan. Hormon dopamine  dan norepinephrine yang terdapat dalam darah manusia, ikut bereaksi. Proses inilah yang menyebabkan jantung kita berdegub kencang dan serasa ingin lepas, disebabkan dopamine dan norepinephrine memproduksi adrenalin atau hormon ke tegangan.
Setelah paparan di atas, sudah menemukan siapa idola kita saat ini? Yang terpenting dan yang paling utama sebagai umat muslim dan remaja muslim kita menjadikan Rasul sebagai tauladan yang utama. Kita sebagai seorang muslim, tak perlu bersusah-susah harus bingung dan pusing dalam mencari seorang teladan. Kita tak perlu terbang jauh-jauh mencari teladan di seberang lautan sana, yang belum tentu akan berdampak baik bagi kita. Apa salahnya jika mulai saat ini, kita menjadikan Rasulullah SAW adalah sebagai suri tauladan kita. bukankah ada pepatah mengatakan “tak kenal maka tak sayang”, bagaimana bisa kita dikatakan sayang dan mencintai Rasul kita, jika kita tidak pernah mau mengenal tentang siapa Nabi kita Muhammad Saw? Bukankah dengan kita mengikuti Rasul sama dengan kita menaati Allah. Dalam Surat An-Nisa:80 disebutkan yang artinya, “Barangsiapa taat pada Rasul maka sungguh dia telah taat kepada Allah, dan barangsiapa berpaling, maka Kami tidak mengutus engkau sebagai penjaga atas mereka”. Jadi tidak ada lagi yang perlu kita ragukan atau kita pertanyakan, mengapa kita harus mengutamakan Rasul sebagai suri tauladan kita. Dalam surat Al-Ahzaab:21 juga disebutkan, yang artinya”Sungguh pada diri Rasulullah itu teladan yang baik bagi kamu, bagi orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan hari kemudian dan banyak mengingat Allah.”
Remaja gaul, remaja kekinian, adalah remaja yang menjadikan Rasulullah adalah sebagai suri tauladan yang pertama dan utama. Karena tidak ada kekuranganpun bahkan yang buruk yang terdapat dalam diri Nabi Muhammad Saw, dialah potret manusia yang sempurna akhlaknya. Tidak ada larangan untuk kita mengagumi Britney, Julia Perez, Sazkia Gotik, dan lain sebagainya asalkan kita hanya boleh mengambil yang baik dalam diri mereka yaitu yang baik sesuai dengan norma kebaikan dan norma agama. Lebih baik lagi, dapat menambah sisi dan tingkat keimanan kita terhadap Allah SWT.

Saturday, 25 June 2016

Puisi (Darahku)

Darahku

Kau kelabu,
Tak hitam tak putih
Samar-samar menghilang
Dalam Kelabu,
Kau putih
Dan kau hitam
Kau putih dalam hitam
Hitam dalam balutan putih
Kau kelabu,
Putih jangan dalam hitam
Hitam jangan kau gores dalam putih
Karena itu kelabu,
Putih jangan melukis dalam hitam
Hitam jangan kau lukis dalam putih
Karena itu kelabu,
Tintaku putih
Tintaku hitam
Bukan kelabu,
Aku putih
Aku hitam
Bukan kelabu
Darahku
Darah kebenaran
Darahku
Justru kenistaan
Darahku abu-abu






Friday, 24 June 2016

Banyak Cara Ungkapkan Rasa



Ketika Sakit Hati Terhadap Orangtua
Pernahkah anda sakit hati? Tetapi bukan kepada teman, kerabat, atau hanya tetangga. Bukankah kita juga pernah sakit hati karena orangtua? Loh kok bisa? Orangtua memiliki banyak cara menunjukkan rasa sayang kepada anak-anaknya, dan entah karena rasa kecewa atau hal lain orangtua melontarkan kata-kata yang membuat rasa sakit hati.  Memang sebaiknya orangtua dalam berbicara juga harus tetap menjaga apa yang akan diucapkan, jangan sampai membuat hati anak menjadi terluka sehingga bisa melampiaskan sakit hatinya dengan hal-hal yang negatif. Akan tetapi, di luar semua itu orangtua sebenarnya memilliki harapan besar terhadap kita, dan kita sebagai anak terkadang tidak dapat mewujudkan semua harapan orangtua.
Kita sebagai anak, seharusnya jangan terlalu mengambil pusing dengan omongan orangtua yang mrnyakitkan. Kata-kata yang terkadang terdengar tak mengenakkan hati, dapat menjadi penyemangat bagi kita untuk membuktikan bahwa kita juga bisa menjadi manusia yang berguna nantinya. Terkadang juga terdengar kata-kata yang berisi doa buruk dari orangtua, tetapi yakinlah sebenarnya orangtua kita mengucapkan doa tersebut tidak sampai dalam hati, dan  orangtua memiliki harapan bahwa anaknya akan menjadi anak yang dapat membahagiakan orangtua.
Anak mana yang tidak ingin membahagiakan orangtuanya? Saya yakin, orang yang normal pasti memiliki impian dan keinginan untuk membahagiakan orangtuanya. Tetapi terkadang, impian dan harapan tidak sesuai dengan kenyataan dalam kehidupan. Berbicara mengenai kebahagiaan orangtua, ada banyak hal yang dapat mendatangkan kebahagiaan pada diri orangtua. Ada orangtua yang mudah bahagia, ia tidak perlu memmerlukan harta yang berlimpah dari anaknya, atau barang-barang mewah dari anaknya akan tetapi dia sudah cukup bahagia dengan melihat anaknya memberikan kasih dan sayang padanya. Ada pula orangtua yang mengukur kebahagiaan anak dengan ukuran material, dan akan merasa senang jika anaknya memberikan limpahan harta terhadapnya. Sebuah hal wajar jika orangtua menginginkan limpahan harta dan kasih sayang dari anaknya, tetapi sebaiknya orangtua juga memahami kondisi kehidupan anaknya dan jangan sampai anak menjadi tertekan karena tuntutan orangtua yang tidak dapat dipenuhi oleh seorang anak.
 Tidak ada orangtua yang menginginkan penderitaan bagi anak-anaknya, begitu pula

Wednesday, 15 June 2016

BAHAGIA ITU SEDERHANA

Bahagia Itu Sederhana 12-06-2016, 22.14 Bahagia itu sederhana, bahagia itu mudah, akan tetapi banyak orang yang mati bunuh diri dan banyak orang yang menjadi gila dan stress karena tidak bahagia dalam kehidupannya. Banyak orang bertanya, bagaimana cara untuk bahagia? Andaikata kabahagiaan dapat kita beli dan ditukarkan dengan uang, maka tidak akan ada lagi orang kaya yang tidak bahagia dalam hidupnya. Dan jika sebuah kebahagiaan selalu kita ukur dengan nominal uang, maka berapa banyak orang yang tidak dapat hidup bahagia di dunia ini karena tidak memiliki uang. Jadi jika kita bicara mengenai kebahagiaan, tidak tepat rasanya jika kita selalu kait-kaitkan antara kebahagiaan dengan finansial. Karena bukan hanya orang kaya yang berhak mendapatkan sebuah kebahagiaan. Bahagia itu sederhana, jangan mempersempit makna kebahaagiaan. Bahagia itu mudah, maka jangan persulit kebahagiaan itu sendiri. Buang jauh-jauh dalam pikiran kita yang masih menganggap uang adalah sumber dari segala sumber kebahagiaan. Buang jauh-jauh di dalam kamus kita bahwa hanya orang-orang kaya dan orang yang mempunyai harta berlimpah saja yang berhak bahagia. Uang membuat kita bahagia, itu sewajarnya kita sebagai manusia akan tetapi perlu kita ingat bahwa uang tidak dapat mengukur kebahagiaan seseorang. Untuk menuju kebahagiaan adalah bukan sesuatu hal yang sulit, bahkan menganggap kebahagiaan hanya sebuah mimpi adalah hal yang bodoh. Mengapa demikian? Karena kita sudah tersugesti bahwa orang yang bahagia ialah mereka yang memiliki gedung bertingkat, mengendarai mobil mewah, makan enak, atau mereka yang mempunyai uang bertumpuk. Bahagia tidaklah serumit pikiran kita, bahagia itu mudah dan siapa saja berhak untuk mendapatkannya. Dengan kita tersenyum, maka kita akan bahagia. Jika ingin bahagia maka tersenyumlah, dengan kita tersenyum maka kita akan bahagia. Selain itu, dengan kita merasa bersyukur kepada Tuhan atas nikmat yang Tuhan berikan kepada kita, maka kita akan bahagia. Orang kaya raya sekalipun yang memiliki harta berlimpah, jika ia tidak memiliki rasa syukur dalam hatinya atas segala nikmat Tuhan maka hatinya tidak akan pernah tenang dan selalu dalam kekhawatiran dalam hidupnya. Akan tetapi banyak orang yang memiliki kebahagiaan dalam hidupnya walau dalam hidupnya penuh dengan keterbatasan. Perlu kita ingat, jika ingin kebahagiaan dalam hidup, maka permudahlah kebahagiaan kita, sederhanakan kebahagiaan kita. Karena orang yang sederhana dalam kebahagiaan maka akan lebih mudah mendapatkan kebahagiaan. Jangan memasang target yang terlalu tinggi dalam meraih kebahagiaan, misalnya kita akan bahagia ketika kita memiliki uang bertumpuk, dan kita akan tersenyum ketika kita tinggal di hotel bintang lima. Lebih sederhanakan kebahagiaan kita, misalnya kita sudah sangat bahagia ketika hari ini masih Tuhan berikan nafas, kita akan bahagia ketika hari ini masih bisa makan, dan kita sudah cukup bahagia bisa berkumpul bersama keluarga. Jika ukuran kebahagiaan semua orang adalah sederhana, maka tak perlu kita terlalu stress dalam menjalani kehidupan ini. Dan mungkin, tidak akan ada lagi orang yang harus mati gantung diri karena tidak mendapatkan kebahagiaan. Dapat disimpulkan bahwa kebahagiaan itu akan mudah kita dapatkan jika kita menyederhanakan kebahagiaan kita. Bahagia bukan urusan uang, karena kebahagiaan bukan bicara soal uang. Kebahagiaan bukan soal ras, suku, dan warna kulit, karena semua orang memiliki hak untuk bahagia. Kebahagiaan bukan masalah tahta, jabatan maupun kekuasaan, karena justru banyak orang terjebak dalam nikmat-nikmat Tuhan sehingga merasa betapa mahalnya kebahagiaan

HEDONISME

“HEDONISME bukan persoalan “Kaya atau Miskin" Hedonisme ialah kesenangan semata, kesenangan yang bagaimana? Seseorang dikatakan hedonis ketika dalam hatinya hanya mengutamakan kesenangan duniawi saja. Dalam kehidupannya yang dia utamakan ialah kesenangan dan kebahagiaan duniawi tanpa memikirkan kehidupan akhiratnya. Jadi, tidak semua orang yang memikirkan kesenangan dan kebahagiaan bisa dikatakan hedonis. Hedonisme sendiri berasal dari bahasa Yunani yaitu “Hedonismos” yang berarti kesenangan. Hedonisme merupakan pandangan hidup seseorang yang menganggap orang tersebut akan menjadi bahagia dengan mencari kebahagiaan sebanyak-banyaknya dan berusaha menghindari perasaan-perasaan yang menyakitkan. Dalam hedonisme kesenangan atau kenikmatan menjadi hal yang paling utama. Mungkin masih dikaji lebih mendalam lagi pengertian apa sebenarnya hedonisme? Apa benar orang yang memikirkan dunia tetapi juga memikirkan akhiratnya dia akan terbebas dari kata hedonisme? Jawabanya ialah, belum tentu. Orang yang memikirkan akhirat pun terkadang terjebak dalam hedonisme itu sendiri, ketika ia masih mengutamakan kesenangan duniawi. Perlu kita ketahui, hedonisme itu mencakup lingkup yang sangat lah luas. Orang yang membeli mobil dengan harga 1 miliar, belum tentu ia termasuk golongan hedonis. Sedangkan orang miskin yang hutang sana-sini hanya untuk membeli sebuah sepeda, belum tentu ia tidak hedonis. Hedonis ini, bukan masalah kaya dan miskin lagi, lebih luas dari sekedar urusan kekayaan. Dalam ilmu tasawuf, kita dikatakan hedonisme ketika kita tidak lagi merasa bersyukur kepada Tuhan, maka kita telah hedonis. Hedonis ini tidak mengenal si kaya ataupun si miskin, tetapi ketika sering mengeluh dengan keadaan yang sekarang , berarti ia telah hedonis. Dikatakan hedonis ketika dalam hatinya lebih senang dengan kebahagiaan yang fana, misalnya saja: ingin tidur di kasur yang empuk dan mengeluh ketika tidur hanya beralaskan tikar, mengeluh karena hanya makan ikan asin padahal ia ingin makan dengan ikan bakar. Orang yang hatinya bebas dari hedonis ialah seseorang yang dalam hatinya ia selalu bersyukur atas nikmat Tuhan, hari ini makan nasi dengan lauk tempe sudah bersyukur karena bisa makan dan Alhamdulillah kalau besok makan dengan ayam panggang, bukan mengeluh dan menyalahkan Tuhan. Tetapi orang kaya yang mempunyai kasur empuk, belum tentu ia hedonis ketika ia bisa bersyukur kepada Tuhan. Orang kaya yang tidak hedonis ialah mereka yang bisa tidur di kasur empuk akan tetapi ia tidak mempermasalahkan ketika harus tidur hanya di atas selembar tikar. Bersyukur atas segala limpahan yang Tuhan berikan kepada kita, nikmati segala yang Tuhan berikan kepada kita tanpa harus banyak mengeluh, insyaallah jika kita menjadi orang yang pandai bersyukur kita akan jauh menjadi hedonisme. Selain bersyukur, apakah agama dapat mencegah kita dari hedonis? Agama yang seperti apa? Gereja yang tinggi menjulang? Masjid-masjid yang berdiri megah, atau agama yang seperti apa? Saya rasa, di era sekarang ini dalam beragama pun telah mengajarkan kita untuk ber-hedonis, bagaimana bisa kita menjadikan agama sebagai banteng untuk terhindar dari hedonisme itu sendiri, ketika dalam beragama pun telah mengajarkan kita untuk hedonis. Dalam ilmu tasawuf, lawan kata dari hedonis ialah sikap zuhud, jadi bersikaplah zuhud ketika kita ingin jauh dari hedonis. Ketika kita bicara mengenai hedonis, maka tak jauh-jauh yang terlintas di pikiran kita ialah mengenai gaya hidup atau life stayle. Enggel, dalam Eniatun berpendapat bahwa life stayle merupakan fungsi dari seluruh kepribadian, motivasi, dan hasil belajar yang ada dalam diri individu. Gaya hidup merupakan pola hidup seseorang dalam kehidupan sehari-hari yang dinyatakan dalam kegiatan, minat, dan berpendapat atau opini yang bersangkutan. Jadi, gaya hidup melukiskan “ keseluruhan pribadi” yang berinteraksi dengan lingkungan. Hedonis dan life stayle memiliki keterkaitan sangat erat antara satu dengan yang lainnya. Dimana orang yang memiliki gaya hidup mewah dan bermegah-megah akan sangat dekat dengan hedonis. Hirscman dan Halbroak (Kasali, 1998) menyatakan bahwa hedonis merupakan kecenderungan konsumen menggunakan produk untuk berfantsi dan menerima getaran-getaran emosi,memperoleh kesenangan-kessenangan duniawi sehingga dapat diketahui dari produk-produk yang mengutamakan pada manfaat hedonis. Hedonis ialah gaya hidup yang merupakan ajakan banyak orang memasuki budaya konsumtif yang mengarah pada suatu ekspresi akan situasi, pengalaman hidup,nilai-nilai sikap dan harapan, tujuannya adalah mencari kesenangan dan menghindari kesakitan dengan cara lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Berbicara antara kesenangan dan hedonis, sebenarnya Tuhan telah menganugerahkan kepada manusia secara alamiah rasa ingin nyaman, aman dan damai. Menurut Sigmun Freud, dalam diri manusia ini dibagi menjadi 3, yaitu id, ego dan superego. Dimana id ini adalah selalu menginginkan hal-hal yang bersifat menyenangkan. Dalam agama id ini biasa kita kenal dengan istilah nafsu. Di mana id ini selalu menginginkan sesuatu yang menyenangkan, menggembirakan, keamanan, kenyamanan dan semua hal yang membuat hati ini senang dan gembira. Tetapi selain id, dalam diri manusia juga ada ego dimana letaknya ialah di dalam pikiran. Fungsi ego ini adalah untuk berfikir apa yang dikatakan oleh id tersebut sebaiknya bagaimana dan benar atau salah. Ego ini memiliki sifat kadang salah dan kadang benar, karena ego ini terletak di otak. Selanjutnya ialah superego, superego dalam diri mausia memiliki fungsi sebagai pengontrol atau penyaring id, dan ego. Di mana superego ini terletak dalam hati, sehingga selalu tahu mana yang benar dan mana yang salah dan tidak pernah salah. Sejatinya manusia secara alami memang menginginkan rasa keamanan dan kebahagiaan, akan tetapi ada superego sebagai penyaring, kebahagiaan seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh setiap manusia, keamanan yang seperti apa yang dibutuhkan manusia, dan gaya hidup seperti apa yang sebenarnya membuat bahagia, hanya hati yang tahu, dan tanyakan itu pada masing-masing yang memiliki hati. Kita tak perlu banyak mebicarakan siapa yang hedonis di dunia ini, siapa saja orang kaya yang hedonis di dunia ini, dan siapa saja orang kaya akan tetapi tidak hedonis di dunia ini. Atau bahkan kita banyak mencari-cari orang miskin yang hedonisme dan orang miskin yang apa adanya. Tak perlu banyak mengira-ira dan menduga-duga siapa di sekitar kita yang hedonis dan yang tidak. Waktu kita terlalu sayang untuk hal yang seperti itu secara terus menerus. Ketika kita sedang sibuk membicarakan orang lain di luar sana, ketika kita sibuk dengan kehidupan orang lain di luar sana, jangan-jangan hedonisme itu justru berada dekat dalam diri kita, dan itu adalah kita sendiri. Ketika kita berteriak-teriak tak jelas dan menyorakkan anti hedonisme, cobalah mengaca pada diri kita jangan-jangan kita sendiri adalah bibit-bibit hedonisme. Ketika kita mendakwa banyak orang dengan sebutan dia hedonis, dia juga hedonis, jangan-jangan kita sendiri adalah hedonis sejati. Jangan terlalu banyak mengurusi orang lain, yang sulit adalah membunuh dalam diri kita ini bibit-bibit hedonis yang jangan-jangan telah lama bersemayam dalam diri kita. Panyakit hedonis ini, bukan hanya penyakit orang kaya. Seperti penjelasan yang saya paparkan di atas, bahwa siapa saja dapat terjangkit penyakit ini. Hedonismenya orang kaya ialah terlalu menTuhankan harta dan menghambur-hamburkannya, dan bermegah-megahan dalam gaya hidupnya. Sedangkan hedonismenya orang miskin ialah, khayalan-khayalan yang berada dalam pikirannya yang terlalu mengharapkan uang, dan menganggap monay is everything, dan dalam keadaannya ia tak pernah ada rasa syukur di dalamnya. Hedonis dalam agama, ialah berlomba-lomba mendirikan gedung-gedung mewah nan megah sebagai tempat ibadahnya. Manusia dalam hidupnya, ada beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi. Kebutuhan yang sangat mendasar, dan sangat penting dan harus dipenuhi disebut kebutuhan primer. Kebutuhan primer ini mencakup pangan, sandang dan papan. Selain kebutuhan yang sangat mendasar tersebut sudah terpenuhi, maka manusia juga memiliki kebutuhan lain di luar kebutuhan makan, pakaian, dan tempat tinggal. Kebutuhan tersebut kita kenal dengan kebutuhan sekunder. Seiring dengan kenaikan penghasilan, kebutuhan seorang individu akan meningkat, tidak lagi hanya persoalan makan dan tempat tinggal. Kebutuhan sekunder ini mencakup sepeda motor, mobil, televisi, telephone, atau kipas angin. Dan setelah kebutuhan sekunder tersebut terpenuhi, keinginan manusia tidak hanya cukup sampai di situ saja, selanjutnya adalah kebutuhan tersier atau kebutuhan lux. Kebutuhan ini hanya orang-orang tertentu saja yang dapat memenuhinya, seperti mobil mewah, rumah megah, dan lain sebagainya. kebutuhan tersier ini biasanya bukan faktor kepentingan akan tetapi hanya sebagai kesenangan atau life stayle saja. Jadi, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan manusia semakin meningkat seiring bertambahnya penghasilan seseorang. Dan jika dikaitkan dengan kehidupan hedonisme, seseorang yang membeli sesuatu bukan karena kepentingan, dan hanya karena faktor life stayle, apakah termasuk hedonis, pembaca dapat menyimpulkannya. Dan ada 1 hal yang sangat penting untuk kita pahami, kita tidak boleh memandang orang lain dengan sudut pandang kita karena setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda dengan kita. Begitu pula dengan hedonis, kita tidak boleh memandang hedonis ini dari sudut pandang kita sendiri. Selanjutnya ialah, penyebab munculnya hedonisme sendiri karena dipengaruhi oleh banyak faktor. Tekhnologi sepertinya tidak hanya memberikan dampak positif bagi kita, akan tetapi ada banyak hal-hal negatif yang ikut serta di dalamnya jika kita tidak teliti. Dan memang jika dikaji lebih mendalam, hedonis ini sangatlah luas, bukan hanya masalah orang kaya atau si miskin. Rupanya tekhnologi semakin dengan mudah mengiklankan hal-hal apa saja melalui internet dan televisi. Iklan-iklan yang disuguhkan, kita dengan mudah melihatnya. Dalam iklan dan tayangan-tayangan televisi kita disugestikan dengan banyak hal, tidak hanya positif tak jarang sugesti-sugesti tersebut bersifat kesenangan atau masalah keduniawian semata. Misalnya saja, kita disugestikan bahwa ideal orang yang dianggap cantik ialah orang yang dengan kulit putih, dan kita disugestikan lagi kulit cantik itu ialah kulit yang halus tanpa bulu, dan orang yang keren ialah seseorang yang menaiki mobil mewah, motor mewah, dan lain sebagainya. Semua itu mengajarkan kita untuk lebih cinta dengan dunia dan menganggap bahwa kesenangan dunia adalah segalanya. Tak jarang juga sinetron-sinetron yang disuguhkan ialah gambaran-gambaran mewah, yang diperlihatkan ialah kehidupan-kehidupan mewah dan megah. Sehingga terbawa dalam kondisi dalam kehidupan sosial di masyarakat.

Thursday, 9 June 2016

Arti Sebuah Nilai

ARTI SEBUAH NILAI 2 Juni, 2016 21:25 Saya menulis artikel ini karena hati saya mendorong untuk menulisnya, hati saya terpanggil untuk segera menulisnya. Baru saja saya menonton berita di sebuah televisi, beberapa menit yang lalu. Dalam berita tersebut ada satu berita yang terus memanggil hati saya untuk segera menulis. Mungkin karena ada faktor kesamaan nasib di sana. Iya, karena sama-sama sebagai seorang mahasiswa, yang membedakan ialah saya mahasiswa di IAIN Salatiga, dan Ia adalah mahasiswa di Universitas Indonesia(UI). Yang membuat saya miris ialah, seorang mahasiswa bunuh diri hanya karena faktor nilai yang menurun. Terdengar tidak masuk akal dan tak logis, hal tersebut menjadi logis ketika benar-benar ada yang melakukannya. Bagi seorang mahasiswa nilai mungkin memanglah penting, apalagi ketika dituntut harus dengan IPK yang bagus dan tinggi. Sebuah nilai memang sangatlah penting, karena dengan nila dapat menggambarkan keseriusan dan kesungguhan kita dalam belajar. Tetapi ada yang perlu kita ingat, nilai bukanlah segala-galanya. Tidak salah ketika kita sebagai mahasiswa menginginkan nilai tinggi, bahkan itu adalah sebuah hal yang wajar. Yang menjadi keliru adalah ketika kita menganggap nilai adalah segalanya dan men-Tuhan kan sebuah nilai. Nilai bagi saya termasuk penting, karena dengan nilai tersebut dapat menggambarkan kesungguhan dan keseriusan saya dalam belajar. Apalagi ketika menjawab banyak pertanyaan, berapa IPK mu? Akan tetapi nilai bukan segalanya bagi saya. Nilai juga bukan tujuan saya dalam belajar. Menurut saya, ada banyak hal yang jauh lebih penting dari sekedar nilai yang bagus. Ketika banyak mahasiswa berlomba-lomba mendapatkan IPK yang tinggi, itu adalah hal yang baik, jika dilakukan dengan cara-cara yang sehat. Yang menjadikannya buruk, adalah ketika banyak mahasiswa berlomba-lomba mendapatkan nilai yang tinggi, akan tetapi dengan menghalalkan segala cara agar nilainya tetap baik dan tidak malu ketika ditanya seorang teman berapa IPK mu? Jujur, saya juga manusia biasa yang menginginkan eksistensi dan pastinya dengan nilai yang bagus. Tetapi saya tidak membenarkan bahwa menganggap nilai adalah segalanya dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai yang bagus. Saya lebih bangga dengan mahasiswa yang nilainya standar atau pas-pasan, akan tetapi didapatkan dengan cara-cara yang memang benar, artinya hanya menghalalkan cara yang halal. Merubah sedikit pola pikir, mungkin sangatlah perlu bagi kita. Kita harus sadar bahwa dengan kita hanya men-Tuhankan nilai adalah sebuah hal yang tidak benar. Men-Tuhan nilai? Iya mendewakan nilai, maksud saya ialah menganggap pentingnya nilai adalah segalanya, menjadikan nilai adalah sebagai sebuah tujuan yang memang harus dipenuhi, dan ketika mendapatkan nilai rendah kita akan down, dan bisa berakhir tragis. Ketika kita mendapatkan nilai buruk, seakan-akan dada kita begitu sesak, dan kita tidak lagi dapat berpikir secara jernih, dan menimbulkan kita melakukan hal-hal di luar nalar. Contoh peristiwa di atas, mungkin hanya sedikit gambaran saja bagi kita. Jangan sampai nilai membutakan mata hati kita dan menjadikan kita bertindak konyol, apalagi bagi seorang mahasiswa. Nilai, keberhasilan belajar seseorang biasanya kita ukur dengan sebuah nilai. Tetapi, kalau sekarang ini nilai sebagai ukuran kemampuan intelek seseorang, saya rasa tidak terlalu tepat. Misalnya saya sendiri, saya pernah mendapatkan nilai yang bagus bahkan nilai tersebut adalah nilai yang sempurna. Akan tetapi, jika ditanya bab materi tersebut, jujur saya tidak tahu apa-apa. Jadi anda salah jika beranggapan saya menguasai materi tersebut hanya karena nilai saya sempurna. Tetapi bukan berarti saya tidak bersungguh-sungguh dalam mata kuliah tersebut. Terkadang, saya merasa tidak pantas mendapatkan nilai tersebut, tetapi di sisi lain saya juga senang, bukan karena men-Tuhan kan sebuah nilai, akan tetapi bagi saya nilai adalah sebuah bonus kejujuran saya. Walau kejujuran saya dalam mengerjakan soal-soal terkadang harus berakhir tragis, hehe, karena saya tidak menjawab pertanyaan yang sekiranya saya tidak bisa menjawab. Dan saya paling anti dengan bertanya kepada orang lain ketika ujian berlangsung apalagi harus susah-susah denan secara diam-diam mengakses internet atau wifi gratis. Mungkin saya adalah mahasiswa dengan tipe nekat, daripada bertanya kepada teman lebih baik saya mengumpulkan kertas kosong ketika saya benar-benar tidak bisa menjawabnya, dan segera pulang. Dan itu pernah saya lakukan. Tetapi, saya lebih bangga dengan nilai kekujuran saya, walau terkadang nilai saya tak seberapa. Tetapi yang saya lakukan adalah tidak begitu benar, lebih tepatnya ialah berbuatlah jujur akan tetapi dengan nilai yang memuaskan. Ada hal yang perlu kita pahami, ketika dalam belajar tujuan kita hanyalah nilai yang bagus maka yang akan kita dapatkan ya hanya sekedar nilai yang bagus saja. Jadi, jangan berdoa kepada Tuhan agar dibaikkan nilai-nilaimu, karena nanti hanya nilai yang baik saja yang akan kamu dapatkan, tetapi berdoalah kepada Tuhan, agar diberikan keberkahan dalam engkau menuntut ilmu, maka kamu akan mendapatkan segalanya. Bukan hanya sekedar nilai, tetapi ilmumu akan bermanfaat bagi orang lain dan memberikan keberkahan bagi dirimu dan bagi sekitarmu. Nilai menjadi tidak penting lagi bagimu, tetapi insyaallah nilai mu tidak akan mengecewakan mu dan orangtuamu. Jangan jadikan nilai adalah segalanya bagimu, lebih pentingkan kejujuran daripada hanya nilai yang baik. Dan lapangkanlah dadamu menerima segala resiko dan ujian bahkan cobaan dalam hidup. Jangan menyimpan hati yang kecil, karena dengan sedikit goncangan saja kamu akan mudah berputus asa. Jangan terlalu bangga dengan nilai yang bagus, jadi tidak akan membuatmu trauma ketika nilaimu suatu saat akan turun. Tetaplah berdoa dan berusaha, jika ingin nilaimu baik.. tapi, saran saya jangan lah terlalu dibutakan oleh nilai yang baik. Ya, mungkin kita sudah tidak menTuhankan sebuah nilai, akan tetapi terkadang system yang menuntut kita untuk mendapatkan sebuah nilai yang baik. Terkadang sistem tidak mau tahu seberapa kemampuan kita, yang diinginkan hanyalah nilai yang memuaskan yang diterima. Dan tanpa memikirkan seberapa kemampuan seseorang, padahal perlu diketahui setiap orang, setiap anak, dan setiap mahasiswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Saya tidak menyalahkan mahasiswa, yang harus mati-matian dan berpikir keras dan menghalalkan segala cara guna mendapatkan sebuah nilai yang bagus. Saya juga tidak menyalahkan pernyataan bahwa mahasiswa yang baik adalah yang memiliki nilai bagus, yang saya tidak benarkan ialah ketika mahasiswa tertekan dengan nilai yang bagus dan trauma dengan nilai yang buruk, dan yang menghalalkan segala cara guna mendapatkannya. Mahasiswa bukan lagi anak smp atau sma, mahasiswa seharusnya lebih tahu bagaimana dia bersikap. Bersikaplah lebih dewasa dan lebih bijak, begitupun saya. Antusias dengan nilai baik, saya tidak menyalahkannya akn tetapi tetaplah bersikap bijak. Urusan kita bukan hanya sekedar nilai semata, berlatih lebih tanggungjawab dan bersikap jujur adalah hal yang tidak mudah. Kita belajar mendapatkan nilai yang baik, saya rasa dengan belajar kita akan mendapatkannya, tetapi memunculkan rasa tanggungjawab dan menumbuhkan kesadaran bersikap jujur tak semudah itu. Mendapatkan nilai baik itu susah, lebih susah ialah bersikap dan berlaku jujur, dan mempunyai jiwa yang lapang.

contoh pidato bahasa Jawa

Assalamu’alaikum wr.wb Bismillahhirrahmanirrahim, Alhamdulillahhiladzi an’ama binikmatil iman wal islam. Washallatu wassalamu ‘ala khoiril amam. Wa ‘ala alihi wasohbihi ajma’in amma bakdu. Hadrotal muhtaramain para alim wa bil khusus panjenenganipun Bp. Kyai H. M. Shawam saking Ngeger ikang dipun mulyaaken Allah, wonten pangarsanipun Bp. Kyai Ikhsanuddin saking Kaponan ingkang minulyo, Bapak Kepala Dusun Kragilan ingkang dahat kinurmatan, Bapak saha Ibu Dusun Dalangan ingkang kaula hormati, ugi lare-lare santriwan santriwati ingkang tansah kaula tresnani. Sakderengipun adicara, sumonggo kita sareng-sareng panjataken puja lan puji syukur dumatenag Allah SWT ingnkang sampun maringi hidayah lan inayahipun dating kita sedaya, sahenggo kita sedoyo saget makempal wonten ing masjid puniko kanti adicara At Tasyakur Lil Ihtitam TPQ Al Asbab khanti mboten wonten setuggal halangan punopo. Mboten kesupen shalawat saha salam ingkang Allah katetepaken dumateng panutan kita Nabi Agung Muhammad SAW ingkang kita antu-antu syafaatipun dumugi yaumul kiamah. Langsungke mawon adicara ingkang badhe lumampah wekdal sakmenika, adicara ingkang sepindah inggih punika, 1. Pembukaan 2. Pembacaan Ayat Suci Al Quran 3. Tahlil 4. Sambutan-sambutan A. Sambutan Kepala Desa Kragilan B. Sambutan Kepala Dusun Dalangan C. Sambutan Wali Santri D. Sambutan pengasuh 5. Skors 6. Mauidhotul khasanah 7. Doa penutup Adicara ingkapang sepindah inggih punika pembukaan, sumangga sakderengipun adidacara, kita sareng-1. sareng maos bacaan Al- Fatihah, Mugi-mugi acara punika saget mlampah kanthi kelancaran. 2. Ingkang angka kalih inggih punika pembacaan Ayat Suci Al Quran, wekdal saha panggen kula sumanggaaken, Mekaten pembacaan Ayat Suci Al Quran, mugio saget mberkahi dening kita sedaya 3. tahlil, 4. angka sekawan, inggih punika sambutan-sambutan a. sambutan ingakang sepindah inggih puniko sambutan Bp. Kepala Desa Kragilan, wekdal saha panggenan kula sumanggaaken, matursuwun mengah sambutanipun kaula haturaken agunging panuwun, b. sambutan Bp. Kepala Dusun Dalangan c. sambutan wali santri d. sambutan pengasuh 5.SKORS 6. acara inti, mauidhotul khasanah saking Bp. Kyai Ikhsanuddin, Bapak Kyai Ikhsanuddin, wekdal saha panggenan kaula sumanggaaken Mugi-mugi kita saget mendhet hikmahipun saking mauidhoihpun panjenengan, 6. acara ingkang terakhir inggih punika mauidhoh khasanah saking Bp. Kyai H. M. Shawam, Sakderengipun saking kaula saking awal dumugi akhir wontwn kathah kalepatan kula nyuwun agunging pangampunten. Bapak Kyai H. M. Shawam kula sumanggaaken, saking kaula wabillahi taufik wal hidayah wassalamualaikum wr. Wb.

contoh laporan manajemen pendidikan

KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan laporan ini tanpa suatu halangan apapun. Tanpa pertolonganNya mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikannya dengan baik. Laporan ini disusun sebagai tugas akhir semester pada mata kuliah Manajemen Pendidikan dengan tema laporan “IMPLEMENTASI MANAJEMEN SEKOLAH SMK N 1 NGABLAK”. Laporan ini disusun oleh penyusun dengan berbagai rintangan, baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Terima kasih penyusun ucapkan kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung terselesaikannya laporan terutama kepada SMK N 1 NGABLAK yang telah bersedia menjadi narasumber dan memberikan semua data dan informasi dalam penyusunan laporan ini. Semoga laporan ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan yang lebih luas bagi pembaca. Tak ada gading yang tak retak. Penyusun menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan laporan, baik dari materi maupun teknik penyajiannya, mengingat kurangnya pengetahuan dan pengalaman penyusun. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat penyusun harapkan. Magelang, 28 Mei 2016 Penyusun Ana Anjarwati BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Berbagai upaya telah banyak dilakukan dalam upaya meningkatkan mutu lulusan yang dihasilkan oleh suatu lembaga pendidikan. Sebagian pihak percaya bahwa peningkatan mutu lulusan harus dilakukan dengan meningkatkan berbagai sarana dan pasarana pendukung kegiatan pendidikan, namun dipihak lain berpendapat pula bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan dengan meningkatkan kinerja dan profesionalisme guru. Kedua pendapat ini merupakan salah sebagian saja dari banyak pendapat yang dilontarkan oleh para ahli, pengamat dan praktisi pendidikan. Hal ini tergantung bagaimana para ahli, pengamat, dan praktisi tersebut menetapkan sudut pandangnya. Lulusan yang dihasilkan dan prestasi anak didik sangat erat berkaitan dengan bagaimana sekolah tersebut menerapkan Manajemen Sekolah, ketika manajemen sekolah itu baik maka akan memberikan dampak yang baik pula bagi siswa dan sebaliknya. Jadi, Manajemen Sekolah merupakan faktor yang paling penting dalam menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran di sekolah yang keberhasilannya diukur oleh prestasi yang didapat, oleh karena itu dalam menjalankan kepemimpinan, harus menggunakan suatu sistem, artinya dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang di dalamnya terdapat komponen-komponen terkait seperti guru-guru, staff TU, orang tua siswa, masyarakat, pemerintah, anak didik, dan lain-lain harus berfungsi optimal yang dipengaruhi oleh kebijakan dan kinerja pimpinan. Tantangan lembaga pendidikan adalah mengejar ketertinggalan artinya kompetisi dalam meraih prestasi terlebih dalam menghadapi persaingan B. Rumusan Penelitian Berdasarkan latar belakang di atas, penyusun membuat lingkup masalah yang di buat sesuai dengan judul pembahasan, antara lain: 1. Apa yang dimaksud dengan Manajemen Sekolah? 2. Bagaimana Profil SMK N 1 Ngablak? 3. Bagaimana Implementasi Manajemen Sekolah di SMK N 1 Ngablak? C. Tujuan penelitian Adapun beberapa tujuan mengapa dilakukannya penelitian, antara lain: 1. Guna Memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah Manajemen Pendidikan 2. Untuk Memenuhi dan Memahami Hakikat Manajemen Pendidikan 3. Untuk Mengetahui dan Memahami Profil SMK N 1 Ngablak 4. Untuk Mengetahui dan Memahami Implementasi Manajemen Sekolah di SMK N 1 Ngablak D. Sistematika Penulisan Dalam penyusunan makalah ini penulis menyusun secara sistematis supaya makalh ini dapat mudah dipahami. Makalah ini terdiri dari 6 BAB, yaitu: I. Pendahuluan penelitian, yaitu menjelaskan tentang penelitian ini; II. Metode Penelitan III. Landasan Teori, yaitu memjelaskan hakikat manajemen sekolah; IV. Hasil Observasi, yaitu membahas implementasi manajemen sekolah di SMK N 1 Ngablak V. Penutup, yaitu simpulan dan saran., yaitu latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan sistematika penulisan; BAB II METODE PENELITIAN A. Waktu dan Tempat Hari/Tanggal : Kamis, Mei 2016 Waktu : 09.30 WIB – 12.00 WIB Tempat : SMK N 1 Ngablak Alamat : Jl. Raya Magelang-Kopeng Bandungrejo Km. 26 Ngablak Kab. Magelang 56194 Tel/Fax. (0293)5528121 Tema : Implementasi Manajemen B. Metode Dalam penelitian ini penyusun menggunakan dua metode, yaitu: 1. Metode kualitatif, sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis/lisan yang berasal dari penjelasan manajemen sekolah oleh orang-orang yang tahu dan mengerti tentang struktur, isi dan bentuk manajemen organisasi SMK N 1 Ngablak. Metode kualitatif dipakai karena metode ini lebih mudah apabila berhadapan dengan kenyataan yang ada. Satuan kajian dari penelitian ini adalah berupa suatu lembaga sekolah yaitu SMK N 1 Ngablak. 2. Metode kuantitatif, sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data yang berupa data-data maupun angka-angka. Penyusun juga menggunakan metode ini dalam penelitian sebagai pelengkap data kualitatif, agar data yang dihasilkan lebih falid. C. Sumber Data Sumber data yang penyusun gunakan dalam observasi ini, merupakan data yang berasal dari arsip SMK N 1 Ngablak, narasumber yaitu Dyaning Liestyani, SP, selain itu juga menggunakan berbagai sumber buku referensi dan website sebagai dasar untuk menjabarkan kajian teori mengenai manajemen sekolah. D. Teknik Pengumpulan Data Teknik yang digunakan dalam menghimpun informasi dari narasumber mengenai peran bimbingan konseling yaitu teknik observasi dan interview (wawancara langsung). BAB III LANDASAN TEORI A. Hakekat Manajemen Sekolah 1. Pengertian Manajemen Sekolah Manajemen adalah proses menggunakan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan, sedangkan sekolah adalah lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat untuk menerima dan memberikan pelajaran. Berdasarkan makna leksikal tersebut, manajemen sekolah dapat di artikan sebagai penggunaaan sumber daya yang berasaskan pada sekolah dalam proses pengajaran atau pembelajaran. Sedangkan dalam buku Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah, manajemen sekolah adalah suatu model manajemen yang memberikan otonomi lebih besar kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan secara langsung semua warga sekolah (guru, siswa, kepala sekolah, pegawai sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat) untuk meningkatkan mutu sekolah berdasarkan kebijakan pendidikan nasional. 2. Tujuan Manajemen Sekolah Tujuan umum manajemen sekolah yaitu untuk memandirikan atau memberdayakan sekolah melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada sekolah, pemberian fleksibilitas yang lebih besar kepada sekolah untuk mengelola sumber daya sekolah dan mendorong partisipasi warga sekolah serta masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan,: a. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia; Menurut Tim Pokja MBS Jawa Barat, implementasi manajemen sekolah mempunyai tujuan, yaitu: b. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama; c. Meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orang tua, sekolah, dan pemerintah tentang mutu sekolah; d. Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah untuk pencapaian mutu pendidikan yang di harapkan. 3. Fungsi Manajemen Sekolah Menurut Departemen Pendidikan Nasional, fungsi-fungsi yang didesentralisasikan ke sekolah, yaitu : a. Perencanaan dan evaluasi program sekolah; b. Pengelolaan kurikulum; c. Pengelolaan proses belajar mengajar; d. Pengelolaan ketenagakerjaan; e. Pengelolaan peralatan dan perlengkapan; f. Pengelolaan keuangan; g. Pelayanan siswa; h. Hubungan sekolah dan masyarakat; i. Pengelolaan iklim sekolah B. Ruang Lingkup Manajemen Sekolah 1. Manajemen Kurikulum, adalah sebuah proses atau sistem pengelolaan kurikulum secara kooperatif, komprehensif, sistemik, dan sistematik untuk mengacu ketercapaian tujuan kurikulum yang sudah dirumuskan. 2. Manajemen Personalia, adalah salah satu bentuk pengelolaan manusia yang bekerja di suatu sekolah secara efektif untuk menghasilkan sebuah tatanan sistem atau proses pendidikan yang baik. Manajemen ini bertujuan untuk mendayagunakan tenaga-tenaga kependidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal, namun tetap dalam kondisi menyenangkan. 3. Manajemen Keuangan Sekolah, adalahseluruh proses kegiatan yang di rencanakan dan di laksanakan atau di usahakan secara sengaja dan sungguh-sungguh, serta pembinaan secara kontinuterhadap biaya operasional sekolah sehingga kegiatan pendidikan telah efektif dan efisien serta membantu pencapaian tujuan pendidikan. Fungsi dan tanggung jawab manajemen keuangan adalah merencanakan sumber dana dan penggunaan dana yang di peroleh. 4. Manajemen Peserta didik, adalah seluruh prose kegiatan yang di rencanakan dan di usahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinuterhadap seluruh peserta didik (dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan) kagar dapat mengikuti proses PBM dengan efektif dan efisien. Manajemen ini bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan belajar mengajar di sekolah agar dapat berjalan lancer, tertib, teratur, serta dapat mencapai tujuan pendidikan sekolah. 5. Manajemen Sarana dan Prasarana, adalah seluruh proses kegiatan yang di rencanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersunguh-sungguh serta pembinaan kontinu terhadap benda-benda pendidikan, agar senantiasa siap pakai dalam KBM. Manajemen ini di laksanakan demi tujuan pendidikan yang telah di tetapkan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Manajemen ini bertujuan untuk memberikan layanan secara professional di bidang sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien. 6. Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat, adalah proses suatu kegiatan yang lebih terarah antara sekolah dan masyarakat melalui langkah-langkah : saling mengenal, memahami, mengasihi, menolong, dan menanggung, sehingga terwujud kerja sama yang baik dan saling menguntungkan kepada pihak-pihak yang terkait, dengan tujuan utamanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. BAB IV HASIL OBSERVASI A. Macam-macam Manajemen dan Pengertiannya 1. Manajemen Kurikulum, adalah sebuah proses atau sistem pengelolaan kurikulum secara kooperatif, komprehensif, sistemik, dan sistematik untuk mengacu ketercapaian tujuan kurikulum yang sudah dirumuskan. 2. Manajemen Personalia, adalah salah satu bentuk pengelolaan manusia yang bekerja di suatu sekolah secara efektif untuk menghasilkan sebuah tatanan sistem atau proses pendidikan yang baik. Manajemen ini bertujuan untuk mendayagunakan tenaga-tenaga kependidikan secara efektif dan efisien untuk mencapai hasil yang optimal, namun tetap dalam kondisi yang menyenangkan. 3. Manajemen Keuangan Sekolah, adalahseluruh proses kegiatan yang di rencanakan dan di laksanakan atau di usahakan secara sengaja dan sungguh-sungguh, serta pembinaan secara kontinuterhadap biaya operasional sekolah sehingga kegiatan pendidikan telah efektif dan efisien serta membantu pencapaian tujuan pendidikan. Fungsi dan tanggung jawab manajemen keuangan adalah merencanakan sumber dana dan penggunaan dana yang di peroleh. 4. Manajemen Peserta didik, adalah seluruh prose kegiatan yang di rencanakan dan di usahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinuterhadap seluruh peserta didik (dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan) kagar dapat mengikuti proses PBM dengan efektif dan efisien. Manajemen ini bertujuan untuk mengatur berbagai kegiatan belajar mengajar di sekolah agar dapat berjalan lancer, tertib, teratur, serta dapat mencapai tujuan pendidikan sekolah. 5. Manajemen Sarana dan Prasarana, adalah seluruh proses kegiatan yang di rencanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersunguh-sungguh serta pembinaan kontinu terhadap benda-benda pendidikan, agar senantiasa siap pakai dalam KBM. Manajemen ini di laksanakan demi tujuan pendidikan yang telah di tetapkan dapat tercapai secara efektif dan efisien. Manajemen ini bertujuan untuk memberikan layanan secara professional di bidang sarana dan prasarana pendidikan dalam rangka terselenggaranya proses pendidikan secara efektif dan efisien. 6. Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyarakat, adalah proses suatu kegiatan yang lebih terarah antara sekolah dan masyarakat melalui langkah-langkah : saling mengenal, memahami, mengasihi, menolong, dan menanggung, sehingga terwujud kerja sama yang baik dan saling menguntungkan kepada pihak-pihak yang terkait, dengan tujuan utamanya untuk meningkatkan mutu pendidikan. B. Manajemen yang ada di SMK N 1 Ngablak 1. Visi dan Misi VISI : a. Menghasilkan tamatan yang memiliki daya saing di era global MISI : a. Menyiapkan tamatan professional bertaqwa, mandiri, dan memiliki jiwa wirausaha b. Memberdayakan sekolah dalam rangka mewujudkan pelayan pendidikan c. Memberdayakan sekolah sebagai sumber nformasi di bidang pertanian 2. Sruktur Organisasi a. Kepala Sekolah: Ir. Edi Wismono Setiyanto M. Pd b. Waka Kurikulum : Imam Suhada S. Si c. Waka Kesiswaan : Wuryanto S. Pd d. Kepala Tata Usaha : Ahmad Irfan, S.Pd e. Pembina OSIS : Arif Adi Wiratna S. Pd 3. Pembina ekstrakulikuler : a. Pramuka b. Palang Merah Indonesia (Isti Yuliatun, S.Pd) c. Musik (Suranto SP) C. Implementasi Manajemen Sekolah SMK N 1 Ngablak 1. Implementasi Manajemen Kurikulum Dalam implementasi manajemen kurikulum, saat ini SMK N 1 Ngablak telah menerapkan kurikulum 2013. Sebagian guru pun telah mengikuti pelatihan dan memahaminya. Buku-buku yang menjadi acuan kurikulum 2013 telah di gunakan dalam kegiatan belajar mengajar. 2. Macam-macam Bidang Jurusan Di dalam sekolah ini memiliki tiga bidang jurusan yang dapat diambil, yaitu: a. Jurusan Agribisnis dan Kultur Jaringan Tanaman b. Jurusan Agribisnis Ternak Unggas c. Jurusan Bisnis dan Manajemen 3. Data Jumlah Siswa SMK N 1 Ngablak a. Agribisnis Pembibitan dan Kultur Jaringan Tanaman : Total(193 siswa) b. Agribisnis Ternak Unggas: Total(185 siswa) c. Bisnis dan Manajemen: Total( 99 siswa) 4. Penelusuran Tamatan Tahun Pelajaran 2014/2015 a. XII APKJT 1, 1) Bekerja:13 2) Melanjutka:4 3) Wiraswasta:4 b. XII APKJT 2, 1) Bekerja: 12 2) Melanjutkan: 4 3) Wiraswasta: 4 c. XII ATU 1, 1) Bekerja: 4 2) Melanjutkan: 3 3) Wiraswasta:6 d. XII ATU 2, 1) Bekerja:8 2) Melanjutkan:1 3) Wiraswasta:7 e. XII PM, 1) Bekerja:17 siswa 2) Melanjutkan:2 siswa 3) Wiraswasta: 6 siswa BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Untuk menciptakan siswa didik yang dapat memejukan bangsanya sendiri dibutuhkan kerjasama semua pihak, baik orangtua, sekolah, maupun pemerintahan. Dan sekolah merupakan tempat belajar dan menuntut ilmu, sudah seharusnya bukan hanya pendidikan intelektual yang ditekankan, melainkan pentingnya pendidikan akhlak dan karakter, karena dengan hal itu akan menciptakan generasi yang bukan hanya cerdas namun juga memilki akhalkul karimah. Dan pentingnya pendidikan yang lebih tinggi guna menambah suatu wawasan dan iilmu pengetahuan sangatlah penting. Karena di era sekarang ini semakin ketatnya persaingan di dunia kerja maka sangat pentingnnya meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebiih tinggi. Menurt data penelitian saya, masih rendahnya minat siswa dan siswi SMK 1 Ngablak dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. B. Saran Saran penyusun dalam observasi ini adalah kita sebagai mahasiswa dan mahasiswi yang disiapkan menjadi tenaga pengajar yang professional, kita harus lebih dapat menjadi pengajar yang bukan hanya mengajarkan kecerdasan IQ tetapi juga menekankan kepada karakter yang baik. Selain itu, sebagai guru seharusnya dapat memberikan motivasi dan pengarahan yang tepat guna anak didiknya. Penyusun sadar dalam pembuatan laporan ini masih jauh dari kata sempurna, sehingga penyusun mohon kritik dan saran yang membangun guna perbaikan laporan yang selanjutnya. LAMPIRAN

Antara sapaan, ujian, dan kepedulian Tuhan

ANTARA SAPAAN, UJIAN, DAN KEPEDULIAN “TUHAN” Terkadang Tuhan menegurku secara halus, kerikil-kerikil yang menghalangi jalan terkadang itu bukan sebuah halangan, akan tetapi adalah teguran dari Tuhan agar kita jangan terlena. Tuhan begitu sayang padaku, Tuhan selalu menegurku dengan sapa rindu. Tuhan selalu ingatkanku, bahwa aku ini hanya lemah tak berdaya tanpaNya. Terkadang aku mulai berjalan tak tentu, terombang-ambing tak menentu, tetapi untunglah Tuhan segera menegurku bahwa semua yang aku miliki karenaNya. Terkadang aku begitu serasa dekat denganNya, tetapi terkadang aku membuangnya begitu saja ketika kesenangan datang menghampiriku. Aku terkadang menangis tersendu entah dalam doa-doa ku atau ketika menangis dalam hatiku, tetapi seketika itu aku melupakanmu ketika doa-doa ku terjawab sudah atas izinMu. Tuhan, maafkanlah aku atas kehilafanku yang begitu merasa dekat denganMu hanya ketika aku membutuhkanMu, dan ketika datang kebahagiaan seketika itu pula aku lupa akan Mu. Maafku, mungkin juga hanya isapan jempol Tuhan, tak pernah aku benar-benar tulus bertaubat padaMu. Taubatku hanyalah taubat seorang pendosoa Tuhan, detik ini aku benar-benar mohon maaf atas kesalahanku dan berjanji untuk bertaubat padaMu, tetapi sedetik saja aku langsung lupa akan taubatku dan mengulanginya kembali. Dan di lain waktu aku benar-benar merasa bersalah padaMu dan bertaubat lagi padaMu. Tuhan, mungkin aku ini tak sekedar munafik Tuhan. Akan tetapi aku selalu percaya bahwa Engkau adalah Maha Pengampun, aku tak jemu memohon maaf padaMu walau sedetik kemudian aku mengulanginya kembali, tetapi aku akan segera memohon maaf atas kesalahanku. Tuhan maafkanlah dosa-dosaku dari taubatku yang kemudian mengulanginya kembali. Tuhan selalu punya banyak cara, bahkan tak pernah kekurangan cara guna mengingatkan hambanya yang mulai terlena. Bersyukurlah jika hari ini Tuhan masih menegur sapa kepada kita, entah dengan ujian, cobaan, ataupun penderitaan. Berapa banyak orang yang Tuhan biarkan ia dalam kelenaannya dan entah sampai kapan. Jadi, bersyukurlah kita ketika hari ini Tuhan masih berikan kita kerikil-kerikil yag terkadang menghalangi jalan, karena dengan itu maka kita akan merasa bahwa kita benar-benar dekat dengan Tuhan, karena sifat manusia ketika ditimpa musibah dan bencana maka merasa bahwa benar-benar membutuhkan Tuhan, Dengan kesulitan maka kita akan lebih dekat dengan Tuhan, kita akan giat berdoa, menangis dalam dekap dan pangkuannya. Bukankah Tuhan telah janjikan kepada kita bahwa setelah kesulitan aka nada kemudahan, karena keselitan sendiri datang bersama kemudahan. Bukankah kita tahu, bahwa hanya Allah lah yang tidak pernah mengingkari janjiNya? Seharusnya kita yakin dan percaya bahwa setelah kesulitan akan datang kemudahan, karena sulit dan mudah adalah satu paket. Mana mungkin ada sulit kalau tidak Tuhan berikan kemudahan, begitupula Tuhan datangkan penyakit beserta dengan obatnya. Dan semua kita kembalikan kepada Allah SWT, Jadi, jangan mengeluh dengan kesulitan yang datang, jangan suudzon dengan Tuhan ketika banyak kerikil-kerikil di jalan, karena semua itu mungkin adalah cara Allah SWT menyapa dan menegur kita supaya kita selalu dekat denganNya dan selalu dalam pangkuanNya. Amin Yarabbal ‘alamin.

BOROS,

Hakikat BOROS Artikel kali ini saya akan sedikit membahas mengenai boros. Sebelum lebih jauh, saya akan memaparkan mengenai definisi boros. Boros ialah berlebih-lebihan dalam menggunakan sesuatu, baik berupa uang, barang, ataupun harta yang dimilikinya. Boros merupakan perbuatan menghambur-hamburkan harta benda secara berlebihan dan tidak terdapat sebuah manfaat di dalamnya. Dalam pandangan agama jelas perilaku ini sangat tidak disukai oleh Allah SWT. Karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang sederhana dan tidak berlebih-lebihan dalam segala sesuatu. Allah berfirman: “Hai anak adam , pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (Q.S Al- Araf:31) Dalam ayat di atas, jelas Allah tidak menyukai kita yang berlebih-lebihan dalam penggunaan harta, uang atau benda yang dimilikinya. Kata-kata ini memang sudah tidak asing lagi di telinga kita, tetapi ayat Tuhan di atas bagaikan hanya lelucon yang masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri. Tidak hanya seseorang yang memiliki harta ia akan berlebih-lebihan dalam penggunaan hartanya, bahkan tak jarang yang tidak memiliki harta sekalipun tak ingin ketinggalan untuk berlebih-lebihan dalam menggunakan uang ataupun barang sehingga harus hidup dengan gali lubang tutup lubang. Bukankah sudah jelas firman Allah bahwa kita janganlah melampaui batas yang dibutuhkan oleh tubuh dan jangan pula melampaui batas-batas makanan yang telah dihalalkan. Terdapat pula dalam hadist berikut: Imam as berkata: “pemborosan adalah kematian sedangkan hemat adalah kekayaan.” Maksud yang saya tangkap dari maksud hadis di atas ialah, pemborosan adalah sesuatu hal yang sia-sia dan tanpa memiliki faedah sedikitpun di dalamnya, sehingga hanya mendekatkan pelakunya kepada keburukan dan penyesalan. Berapa banyak orang di sekitar anda yang dalam hidupnya menerapkan gaya perilaku boros dan hura-hura sehingga sekarang banyak terlilit hutang? Berapa banyak peristiwa yang dapat kita jadikan teladan bahwa dengan gaya hidup boros banyak akibat fatal dibelakangnya? Tetapi rupanya kita hanya menjadikannya sebagai bulshit semata. Maksud hadis di atas bukan berarti ketika anda boros maka anda akan cepat mati, atau ketika anda boros maka anda akan langsung mati. Pemborosan adalah kematian, dapat dimaksudkan bahwa pemborosan itu mematikan, bukan diri anda yang mati tetapi hati anda yang mati. Karena hati anda hanya mengutamakan kesenangan dunia saja, dan jauh dari Allah SWT. Sedangkan pengertian hemat ialah kekayaan, bukan berarti pula dengan hemat langsung kita akan menjadi kaya. Orang yang sudah kaya, dengan berhemat akan bertambah kaya, dan bagi orang miskin dengan berhemat maka dia akan terhindar dari terlilit hutang, atau setidaknya ia bisa makan untuk hari esok. Dan jika ada yang mau protes bahwa sudah hemat bertahun-tahun tetapi tidak ujung kaya, maka coba saja anda bersikap boros, dan hitung saja berapa banyak hutang untuk membiayai sikap boros anda tersebut. Mungkin memang mudah berkata-kata, saya juga masih sulit untuk terhindar dari sifat-sifat boros yang sejatinya sudah melekat pada jiwa manusia. Boros, bukan harus berarti terlalu ekstrem, seseorang yang dikatakan boros ialah seseorang yang menjual semua aset-asetnya dan digunakan untuk membeli ini dan itu yang tidak penting. Dari hal yang kecil saja, apakah kita tidak berlebih-lebihan dalam makan dan dalam minum, apakah kita benar sudah tidak berlebih-lebihan dalam berpakaian? Apakah benar kita juga tidak berlebih-lebihan dalam segala hal? Mungkin, jawaban umumnya ialah belum tentu. Begitu pula dengan saya sendiri, misalnya saja ketika di depan kita dihidangkan dengan jamuan makanan dan minuman yang lezat yang kita sukai, dan tanpa harus mengeluarkan biaya. Sudah wajar kalau kita memakannya dengan penuh lahab, bahkan tak jarang nambah. Apakah benar jika kita hanya akan menyantap seperlunya saja? Mungkin iya, mungkin juga tidak. Boros dimulai dari hal-hal kecil, yang seiring waktu berjalan, akan menjadi sebuah kebiasaan. Bukan hanya saja soal makan yang enak, pakaian yang bagus, mobil yang mewah, dan rumah yang megah. Apakah kita tidak boleh membeli makanan yang enak? Pakaian yang pantas, rumah yang nyaman

Tuesday, 5 April 2016

TERLALU PICIK MENGENAL TUHAN

..Cobaan dan sebuah permasalahan, dimana ketika ada sebuah cobaan pasti di situlah ada yang namanya sebuah permasalahan, dan ketika ada sebuah permasalahan kita menyebutnya dengan cobaan. Sebuah cobaan terlalu kasar bagi saya, saya lebih senang menerima segala apa yang terjadi bukan sebagai sebuah cobaan dari Allah, tetapi sebagai sebuah ujian dari Allah untuk kita. Saya mungkin hanya manusia biasa yang tidak memiliki tingkat keimanan yang cukup tinggi, dimana saya masih sering mengeluh dengan Tuhan. Tpi itu adalah hal yang salah, sepantasnya kita bersyukur pada tuhan atas nikmat yang telah diberikan. Nikmat apa? Apakah kita tidak merasakan nafas yang terus menghela dan merasakan detakkan jantung, kita juga masih dapat melihat, merasakan dan segala karunia Tuhan yang luput dari pandangan kita. Kita memang terlalu picik dalam mensyukuri segala nikmat Tuhan. Kita akan merasa bersyukur ketika kita menjadi seorang yang kaya, kita baru akan bersyukur ketika kita menjadi seseorang yang sangat terkenal dan banyak dihormati. Kita akan bersyukur ketika kita hidup dalam bermewahan dan gelimangan harta. Bahkan ketika apa yang kita inginkan sudah dipenuhi Tuhan, terkadang kita masih merasa kurang dan selalu kurang. Memang kita terlalu picik dalam mengartikan segala nikmat yang telah Allah berikan. Bersyukurpun terasa amat berat untuk kita ucapkan...karena yang kita pikirkan adalah kesenangan dunia semata. ;)

CONTOH AUTO BIOGRAFI

Nama lengkap saya adalah Ana Anjarwati, ketika di rumah lebih akrab dipanggil Ana dan disapa Anjar ketika berada di lingkungan kampus. Kelahiran Magelang, 11 Januari 1998. Tepatnya berada di Dusun Dalangan, Kragilan, Pakis, Magelang. Saya merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Lahir dari keluarga sederhana pasangan Bapak Pracoyo dan Ibu Sumisih yang bekerja sebagai petani. Memiliki satu adik laki-laki yang bernama Hasan Ashari, yang saat ini baru menduduki kelas 1 SD di SDN 1 Kragilan. Saya lahir dan besar dalam lingkungan pedesaan dengan tata cara hidup orang desa. Letak gepgrafis desa saya berada di kaki Gunung Merbabu dengan pemandangan yang memanjakan mata. Di kelilingi oleh empat gunung, diantaranya Gunung Tidar, Gunung Andhong, Gunung Telomoyo, dan Gunung Merapi. Dengan udara yang cukup dingin karena berada di kaki Gunung Merbabu. Dapat menikmati indahnya sunrise ketika pagi hari dan sunset ketika menjelang malam hari. Saya mulai menginjakkan kaki di bangku sekolah sejak berusia 5 tahun di sekolah negeri yaitu SDN 1 Kragilan. Dan lulus tepat waktu pada tahun 2009 dengan memperoleh peringkat 3 besar. Kemudian saya kembali melanjutkan pendidikan di sekolah negeri yaitu SMP N 1 Pakis, yang hanya berjarak 2 km dari rumah. Dan lulus pada tahun 2012. Saya melanjutkan pendidikan kembali di SMK N 1 Ngablak dengan mengambil Jurusan Tata Niaga atau biasa dikenal Jurusan Pemasaran yang hanya berjarak sekitar 5 km dari rumah. Sejak saya menduduki bangku SMK saya mulai memiliki rasa tertarik dengan organisasi. Dan saya terdaftar sebagai anggota organisasi intra sekolah (OSIS) ketika saya kelas 1-2 SMK. Dan lulus pada tahun 2015 dengan peringkat 3 besar Ujian Nasional. Selanjutnya saya menempuh pendidikan perguruan tinggi disebuah sekolah negeri yang berada di Daerah Salatiga, yaitu IAIN Salatiga dengan prodi Pendidikan Agama Islam(PAI). Saat ini saya terdaftar aktif sebagai mahasiswa IAIN Salatiga semester 2. Selain sebagai mahasiswa IAIN Salatiga yang memiliki kewajiban mengikuti setiap perkuliahan. Saya juga aktif dalam beberapa kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) maupun organisasi yang berada dalam lingkup kampus. Saya aktif sebagai anggota crew magang Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Dinamika. Selain saya aktif dalam kegiatan jurnalistik yang berada dalam lingkungan kampus, saya juga mengikuti UKM dalam bidang olahraga. Cabang olahraga yang saya ikiuti ialah cabang olahraga beladiri Pencak Silat Setia Hati Terate (PSHT). Berlokasi di kampus 2 Kembang Arum IAIN Salatiga. Selain UKM yang telah saya sebutkan saya juga aktif dalam organisasi sebagai anggota dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Salatiga. Dalam hobi saya memiliki hobi yang berhubungan dengan sesuatu hal yang menantang. Selain olahraga beladiri, menulis adalah sesuatu yang menantang. Dengan menulis menjadikan saya lebih mudah dalam mengekspresikan segala hal, menulis juga dapat menyalurkan aspirasi, menghilangkan rasa penat dan dapat menyuarakan kebenaran. Bagi saya dengan menulis akan menghasilkan sebuah keajaiban. Saya memiliki rasa tertarik di dalam dunia tulis-menulis sejak saya berada di bangku sekolah dasar, tetapi saya mulai aktif menulis ketika saya menduduki kelas 2 Smk. Dan sejak saat itu saya mulai menjadikan menulis adalah sebagai hobi diantara hobi yangt lainnya. Saya juga mulai menulis puisi-puisi untuk mading dan mulai menulis di blog pribadi. Nama blog pribadi saya Ana98 dengan alamat anaanjarwati98.blogspot.com. Saya awalnya mulai mengisi blog pribadi dengan tugas-tugas dari sekolah karena memang diwajibkan untuk menulis di blog pribadi, dan kemudian baru mengisi dengan tulisan apa saja di luar tugas dari sekolah. Selain menulis adalah bagian dari hobi saya, saya juga memiliki hobi yang berhubungan dengan keindahan alam. Saya sangat takjub dan selalu terposana akan Kuasa Tuhan. Saya sangat menyukai dan merasa tertantang dengan mendaki gunung. Dengan saya mendaki gunung, saya selalu merasa lebih dekat pada Tuhan. Saya tidak pernah bosan untuk menikmati indahnya ciptaan Tuhan, walau mendaki gunung yang sama berulangkali. Karena bagi saya dalam setiap pendakian di gunung yang sama sekalipun saya dapat merasakan suasana dan pemandangan yang berbeda. Saya mendaki gunung bukan untuk merusak lingkungan, akan tetapi untuk lebih mengetahui Kuasa Allah Azza Wa Jalla yang mampu menciptakan keindahan tanpa batas. Saya mungkin bukan bagian dari para pencinta alam, namun saya lebih tepatnya saya adalah penikmat alam yang selalu rindu akan indahnya alam ini. Hingga detik inipun saya sedang merindukan keindahan alam ini yang memiliki keindahan tanpa batas. Selain memiliki hobi, saya juga memiliki cita-cita. Dan saya kerap bingung untuk menjawab pertanyaan seseorang yang menanyakan apa cita-cita saya. Kebingungan saya menjawab bukan disebabkan karena saya tidak memiliki sebuah cita-cita dalam hidup saya, melainkan karena banyaknya cita-cita yang saya miliki. Namun dari banyaknya cita-cita dalam hidup saya, sejak saya kecil saya tidak memiliki cita-cita untuk menjadi seorang pendidik atau guru. Begitupula hingga saya menduduki bangku di SMK N 1 Ngablak, saya juga tidak memiliki cita-cita yang sesuai dengan pendidikan yang sedang saya tempuh saat ini. Bahkan saya pernah mengatakan pada diri saya bahwa saya tidak akan menjadi seorang guru, karena bagi saya ketika menjadi seorang guru berarti saya akan dibayar oleh pemerintah dan itu merupakan uang rakyat. Justru saya sangat tertarik untuk menjadi seorang penulis islami, karena jika saya menjadi seorang penulis maka saya dapat menghasilkan uang secara mandiri dan tidak tergantung pada pemerintah. Bahkan saya dapat membantu pemerintah dengan uang yang saya miliki. Dan saya juga memiliki impian lain selain menginginkan menjadi seorang penulis, saya juga ingin menjadi seorang wirausaha. Cita-cita saya itu sedikit nyambung dengan jurusan yang saya pilih ketika berada di Smk. Kemudian cita-cita saya yang lain, saya sangat tertarik dengan dunia jurnalistik. Saya juga bercita-cita menjadi seorang wartawan ataupun jurnalis. Karena bagi saya, seorang wartawan dan jurnalis adalah orang-orang yang memiliki pengetahuan dan wawasan yang sangat luas. Mereka memiliki pengalaman yang sangat luas karena mereka bersosialisasi dengan berbagai macam orang dengan berbagai macam karakter yang dimiliki. Mereka juga adalah orang yang berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya, dan mereka tidak pernah ketinggalan zaman dalam segala aspek. Dan bagi saya sosok mereka adalah orang-orang yang tangguh dan pemberani. Saya juga memiliki cita-cita untuk menjadi seorang motivator yang dapat menjadi inspirasi bagi orang lain dan dapat membantu sesasama manusia. Selain itu saya juga menginginkan untuk dapat berkeliling gunung yang berada di Indonesia. Selain cita-cita yang sudah saya tuliskan di atas yang mungkin tidak sesuai dengan latar pendidikan dan hobi saya, saya juga memiliki hobi yang sesuai dengan pendidikan yang saya tempuh saat ini. Saat ini saya belajar di perguruan tinggi IAIN Salatiga prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang nantinya saya akan disiapkan untuk menjadi seorang pendidik atau seorang guru. Saya sangat tertarik dan terpanggil hati saya untuk mengabdikan sedikit waktu saya mengajar di wilayah terpencil yang berada di Indonesia. Saya sangat prihatin dengan pendidikan yang kurang merata di negeri ini, dan saya sangat ingin berada di tengah-tengah mereka dan menjadi setitik cahaya. Anak-anak yang tersentuh pendidikan namun kurang maksimal karena kurangnya fasilitas dan tidak adanya guru pengajar adalah sebuah motivasi bagi saya kenapa saya masih bertahan sampai saat ini untuk terus menuntut ilmu. Saya berharap ketika nanti saya diamanahkan untuk menjadi seorang guru, saya dapat mengabdikan sedikit waktu saya untuk adik-adik saya yang berada dalam wilayah yang terpencil.

Wednesday, 24 February 2016

Tuhan menciptakan kepayahan kepada kita, agar kita dapat mengetahui kuasa-Nya. Dengan kesusahan dan kepayahan itulah yang akan mendekatkan kepada Allah. Memang benar dan memang benar. Bahwa tuhan menciptakan kepayahan agar kita tak lupa berdoa dan memohon pertolongan kepada-Nya. Dan tuhan Yang Maha Mendengar atas segala sesuatu. Tuhan telah menciptakan kesusahan dan Dia pulalah yang mengadakan berbagai kemudahan. Tuhan selalu ada jalan. Tuhan punya banyak jalan. Yang terkadang tanpa kita ketahui di mana jalan itu berada. Tugas kita adalah berdoa agar kita dengan mudah mendapatkan jalan atas segala kesusahan yang kita alami saat ini.

Wednesday, 18 November 2015

DOA UNTUK AYAH IBU

Cinta kasih kedua orangtua adalah segalanya. Ketika terkadang kita tak mampu lagi untuk bangkit, melihat senyum di wajahnya saja sudah cukup ada rasa semangat dalam jiwa. Ketika tugas bertumpuk, dan sering dibuat gila akan segala beban-beban yang ada, melihat urat-urat di wajah mereka adalah suatu yang meringankan segala beban.Tak akan pernah ada beban yang cukup berarti, ketika melihat semangat mereka dalam pencarian keberkahan. Kerja keras dan peluh mereka, adalah bukan apa-apa. Mereka tak butuh belas kasihan dari kita. Mereka juga tak butuh pujian dari mereka atas kerja kerasnya. Karena memang tanggungjawab ada pada mereka. Tapi dengan kita juga semangat sepertinya, kita menjadi anak yang sekiranya tidak menjengkelkan hatinya. Setidaknya kita menjadi anak yang tidak membuat kemarahan hatinya. Tanpa mereka..entah aku bisa apa. Tuhan jaga mereka, sayangi mereka. Karena aku tak bisa menjaga mereka. Tuhan..aku titipkan mereka padaMU. Permudahkanlah segala urusannya Tuhan...Berikanlah kesehatan untuk mereka Tuhan. Jika sakit, maka cepat kau angkat penyakitnya Tuhan. Aku tak sanggup jika harus melihat salah satu dari mereka merintih kesakitan.

Monday, 12 October 2015

INGAT, jalan Tuhan

...Ketika semuanya terlihat tiada jalan lagi...ternyata di situlah terdapat banyak jalan-jalan yang perlu kita cari. Hanya terlihat tidak ada, bukanya memang tiada jalan. Keegoisan yang membutakan pikiran. Yang membuat buntu seolah-olah semuanya memang tiada jalan. Berpikirlah secara tenang..kalau masih tak bisa berpikir dengan hati yang setenang mungkin, cobalah keluarkan segala emosi. Bisa luapkan dengan tangisan..karena dengan menangis sama halnya kita telah melepaskan beban-beban yang membebani diri kita. Luapkan saja...menangislah. Walau dengan menanggis tidak dapat menyelesaikan masalah, tapi dengan menangis membuat hati kita terasa lebih plong. Kemudian, berpikirlah positif dengan Tuhan. Bahwa Tuhan punya begitu banyak jalan. Kalau memang Tuhan tidak punya jalan bagimu jangan kau panggil Dia Tuhan. Kalau memang kau pikir Tuhan tidak dapat menyelesaikan permasalahanmu jangan kau menyembahnya, karena Dia bukan lah Tuhan. Tuhan Maha Mendengar segala sesuatu. Dan barang siapa meminta pada Tuhan pasti akan di kabulkanNya. Itu janji Tuhan. Asal kita dekat dengan Tuhan. ..Permasalahannya adalah seberapa dengan Tuhan kita saat ini? Tuhan sudah banyak memberi sedangkan kita terlalu bayak mennuntut denga Tuhan. Semoga kta menjadi pribadi yang tabah, kuat, sabar. Dan menjadikan Tuhan lah satu-satunya tempat untuk berkeluh kesah dan bercerita. Karena hanya Dia lah Yang Maha Memberi Pertolongan.

Thursday, 8 October 2015

TERSESAT DI JALAN KEBENARAN

... Terkadang aku ingin pasrah dengan keadaan, tetapi terkadang aku juga berpikir ulang bahwa aku tak pantas untuk pasrah begitu saja. Aku yakin dengan pilihan yang aku pilih, Aku yakin ini pilihanku atas keridhoan Tuhan. Aku percaya ada hikmah di balik semua ini. Aku di sini bukanlah sebuah kebetulan semata, tapi Tuhan telah merencanakan yang terbaik bagiku. Aku adalah anak lulusan SMK N. Aku mengambil jurusan Tata Niaga atau Pemasaran. Dan sekarang Aku bersekolah di IAIN Salatiga. Awal Aku memasuki perkuliahan, Aku sempat ingin pasrah dan menyesal. Aku bahkan berpikir bahwa Aku telah salah memilih sekolah. Tetapi semakin lama Aku berpikir. Memang benar Aku telah tersesat, bagaimana tidak. Dulu Aku sama sekali tidak pernah belajar bahasa Arab, atau sekedar menghapal suratan-suratan pendek. Dan sekarang aku harus berhadapan dengan Bahasa Arab dan Di wajibkan untuk menghapalkan surat-surat pendek, jika ingin lulus. Aku sebenarnya merasa agak keberatan, dan bahkan sangat keberatan. Aku di sini memulai semuanya dari 0 besar. Benar-benar Aku harus memulainya dari awal. ...Tuhan, Engkau telah membawaku di jalan yang benar-benar menyesatkanku. Aku benar-benar tersesat di jalan yang BENAR. ...Mungkin inilah yang dinamakan pembelajaran. Aku benar-benar belajar di sini. Aku berusaha semampu dan sebisaku. Masalah hasil kembali lagi Aku serahkan kepada yang di atas sana. Aku bersyukur aku telah tersesat di sini, telah tersesat di jalan ini.